Roundup

BCA Bakal Suntik Rp 700 M Bank Royal, Erick Cari Dirut 5 BUMN

Market - Syahrizal Sidik , CNBC Indonesia
07 November 2019 08:22
BCA Bakal Suntik Rp 700 M Bank Royal, Erick Cari Dirut 5 BUMN

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat dibuka menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri perdagangan Rabu kemarin (6/11/2019) dengan pelemahan sebesar 0,74% ke level 6.217,54 poin.

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,22%, indeks Hang Seng menguat 0,02%, indeks Straits Times terapresiasi 0,36%%, dan indeks Kospi bertambah 0,07%.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan Kamis (7/11/2019):

1. Jadi Bank Digital, Bank Royal Akan Disuntik BCA Rp 700 M
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menjadikan Bank Royal menjadi bank digital. Untuk menjadi bank digital Bank Royal harus naik menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II atau bank dengan modal inti Rp 1-5 triliun.


Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan untuk menjadikan bank digital Bank Royal harus menjadi Bank BUKU II. Saat ini Bank Royal masuk dalam kelompok Bank BUKU I.

"Kemarin kan modal inti [Bank Royal] Rp 300 miliar. [Naik kelas modal inti] harus jadi Rp 1 triliun. Jadi kita harus tetap injek jadi Rp 1 triliun modal dasarnya," ujar Jahja di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

"[Mau ditambahkan] Rp 700-an miliar lah," ujarnya.

Bank BCA merampungkan akuisisi Bank Royal pada 5 November 2019 lalu. BCA resmi memiliki 99,99% saham Bank Royal dan PT BCA Finance 0,01% dari total saham Bank Royal.

BCA dan anak usahanya, BCA Finance, membeli sebanyak 2.872.000 saham Bank Royal, mewakili seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor oleh para penjual dalam Bank Royal.

Dengan demikian komposisi kepemilikan saham pada Bank Royal saat ini yakni BCA 2.871.999 saham dan BCA Finance 1 saham.



2.Jajaki Freeport & Amman, BRMS Bakal Bangun Smelter
Emiten pertambangan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sedang menjajaki beberapa perusahaan tambang besar seperti PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk membangun smelter (pabrik pemurnian) emas dan tembaga.

Direktur BRMS Muhammad Sulthon menyatakan, saat ini studi kelayakan sedang dilakukan. Pada prinsipnya, kerja sama tersebut sebagai keinginan dari pemerintah agar perusahaan yang memiliki cadangan emas dan tembaga saling bekerjasama membuat smelter agar menghasilkan produk yang lebih memiliki nilai tambah.

"BRMS bersama perusahaan di bawah IMA (asosiasi perusahaan tambang) buat kesepakatan, jajaki Freeport, Amman Mineral membuat fasilitas pengolahan, tinggal masalah didirikan Kalimantan Sulawesi atau yang diminta pemerintah ke Sumbawa," kata Muhammad Sulthon, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

BRMS juga membuka peluang opsi joint venture terkait pengembangan smelter tersebut. Sulthon masih mengkalkulasi berapa investasi yang dibutuhkan untuk pendanaan smelter karena studi kelayakan belum rampung.



3.Usai Jual Menara, Rugi Indosat Menyusut 82% Jadi Rp 285 M
Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) pada 9 bulan pertama tahun ini membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perseroan masih menderita rugi bersih Rp 284,59 miliar per September 2019, menyusut 82% dari rugi bersih sebelumnya Rp 1,54 triliun.

Mengacu laporan keuangan per September 2019, rugi bersih yang berhasil ditekan itu terjadi seiring dengan pendapatan perusahaan yang naik pada periode tersebut.

Total pendapatan ISAT naik 12,40% menjadi Rp 18,85 triliun dari sebelumnya Rp 16,77 triliun. Pendapatan terbesar dari bisnis selular naik menjadi Rp 15,08 triliun dari sebelumnya Rp 13,18 triliun.

Adapun pendapatan lainnya dari multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) naik menjadi Rp 3,25 triliun dari Rp 3,03 triliun. Sementara sisanya dari bisnis telekomunikasi tetap yang turun menjadi Rp 520,35 miliar dari Rp 568,79 miliar pada periode yang sama 2018.

Kendati pendapatan naik, beban ISAT juga masih tinggi dan meningkat. Total beban naik menjadi Rp 17,33 triliun dari Rp 16,59 triliun, terutama dari beban penyelenggaraan jasa, beban penyusutan dan amortisasi, beban pemasaran, dan beban umum administrasi. Namun ada efisiensi dari beberapa beban yakni beban karyawan dan adanya keuntungan seluruh kurs.


4.Jelang Delisting, Manajemen Diduga Sengaja Gembosi TMPI
Investor saham ritel PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI) menduga ada tindakan penggembosan kinerja perusahaan, salah satunya berupa penggelapan dana senilai Rp 679,72 miliar oleh perusahaan sehingga menyebabkan kinerja keuangan emiten memburuk.

Selain itu, salah satu investor ritel bernama Boris, nama samaran, bersama dua orang pemegang saham ritel juga menduga manajemen dan pemegang saham mayoritas perseroan sengaja mengeluarkan sahamnya dari bursa dan berniat menguasai aset tambang perusahaan.

"Dugaan kami terdapat penggelapan dana dengan dalil investasi pada surat utang jangka menengah [medium term notes/MTN] yang bunganya 1% dan selalu digulirkan ketika jatuh tempo. Nilainya sekitar Rp 700 miliar. Karena itu, kami masih meminta agar delisting ditunda," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa kemarin (5/11/19).

Hingga saat ini belum ada laporan keuangan per September 2019. Di BEI, terakhir laporan keuangan yang dipublikasikan yakni per Desember 2018. Dalam lapkeu tersebut, terungkap saham perusahaan dipegang PT Pratama Duta Sentosa 0,14%, sementara investor publik mencapai 99,86% atau 5.494.583.747 saham.

Penghapusan (delisting) saham perusahaan yang dulu dikenal dengan nama Agis dari papan bursa dijadwalkan terjadi pada 11 November, atau berarti 5 hari lagi berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia pada 11 Oktober.


5.Pertamina-Mandiri Erick Thohir Cari Dirut Baru 5 BUMN Kakap!
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohirdikabarkan tengah menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi sekaligus mengganti posisi direktur utama di sejumlah perusahaan pelat merah kelas kakap.

Setidaknya, lima BUMN raksasa yang akan diprioritaskan untuk mendapat bos baru. Informasi yang diterima dan dikumpulkan oleh CNBC Indonesia, kelima BUMN tersebut adalah PT Inalum (Persero) atau MIND ID, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

Hingga saat ini, Erick mengkonfirmasi tiha di antara lima BUMN tersebut memang sedang dikebut untuk mencari penggantinya, yakni untuk BTN, Mandiri, dan Inalum.

Untuk BTN, Erick mengaku telah mengantongi nama pengisi jabatan nomor satu di BTN, dan akan diumumkan di akhir bulan November. "Akhir November. Jadinya akhir bulan. Karena masih dalam proses me-review juga, dirutnya juga sudah ada," tutur Erick.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading