Internasional

Sulit Cari Babi di AS, China Pergi ke Kanada

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
06 November 2019 13:26
China sepakat untuk melanjutkan kembali impor daging sapi dan babi dari Kanada
Jakarta, CNBC Indonesia - China sepakat untuk melanjutkan kembali impor daging sapi dan babi dari Kanada. Langkah ini menandakan hubungan yang tegang antara kedua negara mulai mencair.

"Berita baik bagi para petani Kanada hari ini: ekspor daging babi dan sapi Kanada ke China akan dilanjutkan," kkata Perdana Menteri Justin Trudeau melalui Twitter-nya Selasa (5/11/2019).


Sebelumnya pada Juni lalu, China telah memblokir pengiriman daging sapi dan babi dari Kanada. Alasannya adalah karena China merasa daging yang dikirim itu telah terkontaminasi ractopamine.

Zat adiktif pada pakan itu berguna untuk meningkatkan pertumbuhan hewan dan banyak digunakan di Amerika Serikat (AS), tetapi penggunaannya dilarang di Uni Eropa dan China.


Selain itu, Negeri Tirai Bambu juga menuduh Kanada memalsukan dokumen sertifikat kesehatan hewan. Namun hal ini telah ditentang oleh Kanada.

Menanggapi cuitan Trudeau, produsen daging mengatakan Badan Inspeksi Makanan Kanada akan segera mengeluarkan sertifikat ekspor untuk pengiriman yang ditujukan ke China.

Menteri perdagangan Jim Carr dan menteri pertanian Marie-Claude Bibeau telah mengkonfirmasi hal tersebut.


"Kami akan terus bekerja sama dengan produsen dan pengolah daging sapi dan babi dalam beberapa hari dan minggu mendatang untuk memastikan dimulainya kembali perdagangan," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

China adalah pasar penting bagi Kanada. Sebelum larangan impor diberlakukan, China adalah pasar daging sapi terbesar ketiga dan terbesar kelima untuk daging babi Kanada, menurut data pemerintah.

Namun hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan China kembali mengizinkan impor daging babi Kanada. Diduga penyebabnya adalah kekurangan pasokan daging yang sedang terjadi di China akibat wabah demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF).

China telah dilanda ASF sejak lebih dari setahun yang lalu. Sebanyak setengah dari populasi babi di negara itu diperkirakan telah mati akibat wabah demam babi yang berkepanjangan.

Analis di bank Belanda Rabobank pada bulan Juli memperkirakan kawanan babi China akan berkurang separuhnya pada akhir tahun ini.

Akibat wabah ini, harga daging babi di China juga telah melonjak tajam, yaitu sebesar 69,3% dalam setahun hingga September 2019.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading