Ekonomi RI Lesu Begini, Pengusaha Enggak Bakal Ekspansi!

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
05 November 2019 13:23
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2019 sebesar 5,02%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengomentari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2019 sebesar 5,02%.

Angka itu lebih lambat dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Sekadar gambaran, pada triwulan I-2019 pertumbuhan ekonomi tercatat 5,07%. Kemudian turun menjadi 5,05% pada kuartal II-2019.

"Kalau pengusaha sih sudah memperkirakan. As predicted kalau kita bilangnya," ujar Rosan kepada wartawan saat ditemui di sela Rakornas Kadin bertajuk "Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan industri Pangan" di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (5/11/2019).


Menurut Rosan, pertumbuhan ekonomi tahun ini secara keseluruhan diproyeksikan berada pada level 5,0 persen. Semua tak lepas dari pertumbuhan ekonomi dunia yang dikoreksi turun.

"Otomatis ya pasti ada dampaknya ke kita," kata Rosan.

Kendati demikian, dia menyebut penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih sedikit dibandingkan negara-negara lain. Misalnya India yang turun dari 7 persenan menjadi 5 persenan.



Dalam kesempatan itu, Rosan juga mengonfirmasi bahwa lesunya pertumbuhan ekonomi berdampak kepada iklim bisnis dan ekspansi pengusaha. Penjelasannya sederhana. Dunia usaha berkorelasi dengan supply and demand.

"Begitu demand-nya lemah, kita akan ekspansi nggak? Pasti kita akan menahan. Begitu demand-nya tinggi apakah kita akan ekspansi? Iya, gampang kok supply and demand," ujar Rosan.

"Kita sudah prediksi nih perekonomian akan stagnan. Apakah kita akan ekspansi? Ya enggak. Ekspansi oh ini kalau meningkat kita akan ekspansi," lanjutnya.

(miq/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading