Saham Kapitalisasi Rp 100 T

Harga Saham Drop, Market Cap Telkom Hilang Rp 19,8 T

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
05 November 2019 14:17
Harga Saham Drop, Market Cap Telkom Hilang Rp 19,8 T

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan terhadap saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kian kencang saja, sepanjang pekan kemarin TLKM kehilangan 200 poin atau tergerus 4,67% pada harga Rp 4.080/unit saham pada hari Jumat (1/11/2019).

Anjloknya harga saham membuat kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) Telkom amblas sebesar Rp 19.82 triliun menjadi Rp 404,17 triliun. Salah satu penyebab tergerusnya saham TLKM karena profit taking investor asing dengan nilai net sell  mencapai Rp 1,28 triliun. 


Saat ini Telkom menempati urutan paling besar ketiga secara kapitalisasi pasar, dan bobot mencapai  5,7% terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Perlu diketahui saat ini ada 12 saham yang dapat dikatakan elit di bursa dengan kapitalisasi di atas Rp 100 triliun. 


Posisi pertama masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi Rp 779,7 triliun atau 10,89% dari bobot IHSG. Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi Rp 515,59 triliun setara 7,2% dari bobot IHSG.

Secara umum saham-saham di bursa sedang tertekan, sepanjang minggu lalu IHSG sendiri terkoreksi 0,72% dan ditutup pada level 6.207 pada penghujung pekan. Di antara saham-saham elit tersebut, TLKM yang paling anjlok kinerja sahamnya dan salah satu yang membuat IHSG memerah.


Berikut keterangan selengkapnya terkait deretan saham-saham elit bursa:



Koreksi pada minggu lalu tampaknya disebabkan sikap dari para investor yang cenderung menunggu atas hasil rilis data ekonomi Indonesia sepanjang kuartal ketiga, mengingat perekonomian Indonesia mengalami penurunan sejak kuartal pertama sebesar 5,07% menjadi 5,05% pada kuartal kedua.

Kekhawatiran investor yang menunggu rilis data ekonomi Indonesia untuk kuartal tiga terjawab pada hari ini Selasa (5/11/2019), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02%.

Angka tersebut sejalan dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan ekonomi sepanjang Juli-September tumbuh 5,02% secara tahunan (year on year/YoY).

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

 

(yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading