Wow! Ekonomi Lesu, Singapura Malah Punya 184.000 Orang Tajir

Market - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
03 November 2019 10:53
Wow! Ekonomi Lesu, Singapura Malah Punya 184.000 Orang Tajir

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada peningkatan pesat dalam jumlah jutawan di Singapura, menurut sebuah laporan terbaru dari Credit Suisse Research Institute 2019.

Menurut Laporan Kekayaan Global 2018 dari Credit Suisse yang dirilis pada Kamis (18/10), ada 183.737 jutawan di Negeri Merlion ini, naik 11,2 % dari pertengahan 2017 hingga pertengahan 2018.

Credit Suisse Research Institute memperkirakan bahwa jumlah para jutawan ini akan tumbuh 5,5% per tahun hingga mencapai 239.640 pada tahun 2030.



Credit Suisse menambahkan, dari jumlah itu, lebih dari 1.000 orang dari mereka memiliki kekayaan yang sangat besar, lebih dari S$ 68,9 juta (US$ 50 million) atau setara dengan Rp 717 miliar (asumsi kurs) Rp 10.400/S$) dalam kekayaan pribadi, naik 1,1% dalam periode 12 bulan. Untuk ukuran Indonesia, sudah termasuk miliarder, bukan lagi jutawan.

Selain itu, juga tercatat bahwa kekayaan total rumah tangga di Singapura tumbuh hingga 7,4% menjadi sekitar S$ 1,79 triliun. Itu berarti sekitar S$ 390.118 atau Rp 4,05 miliar untuk setiap orang dewasa di negeri itu, ini merupakan jumlah kekayaan tertinggi ke-9 di dunia per orang dewasa.

Jumlah ini melonjak lebih dari 146% sejak tahun 2000 seiring dengan upaya penghematan yang tinggi, kenaikan harga aset yang dimiliki orang-orang di sana, dan kenaikan nilai tukar dolar Singapura dari 2005 hingga 2012.

Aset keuangan orang-orang kaya ini membentuk 55% dari kekayaan rumah tangga bruto di Singapura. Rasio yang besar ini mirip dengan Swiss, negeri dengan ekonomi per kapita terkaya di dunia.

Credit Suisse menambahkan bahwa warga Singapura memiliki utang rata-rata S$ 73.063 atau Rp 760 juta, setara dengan 16% dari total aset mereka, level ini moderat untuk kategori negara kaya.


Secara global, kekayaan agregat kaum kaya ini naik 4,6% menjadi US$ 317 triliun dari pertengahan 2017 hingga pertengahan 2018. Amerika Serikat adalah penyumbang terbesar bagi kekayaan global dari orang-orang tajir dunia ini, menambahkan US $ 6,3 triliun. Dengan demikian, total kekayaan orang-orang tajir di AS mencapai US$ 98 triliun.

China memiliki kekayaan rumah tangga terbesar kedua setelah menambahkan US$ 2,3 triliun hingga mencapai US$ 52 triliun. Kekayaan negara ini diproyeksikan akan bertambah lagi US$ 23 triliun dalam 5 tahun ke depan menjadi 19% dari total kekayaan global pada tahun 2023.

Pertumbuhan aset non-finansial adalah pendorong utama pertumbuhan kekayaan orang-orang tajir di semua wilayah kecuali Amerika Utara, dan menyumbang 75% dari pertumbuhan kekayaan di China dan Eropa, dan 100% di India.

Kondisi di Singapura ini berbanding terbalik dengan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi Singapura mengalami perlambatan. Dilansir Reuters, perekonomian negeri Singa pada kuartal II-2019 hanya tumbuh 0,1%.

Itu merupakan laju pertumbuhan ekonomi terlambat selama satu dekade. Sebagai gambaran, pada kuartal yang sama di 2009, perekonomian negeri itu melemah 1,2%. Realisasi itu juga di bawah jajak pendapat Reuters sebesar 1,1%.  Pada kuartal III-2019, Singapura selamat dari jurang resesi, setelah ekonominya berhasil tumbuh 0,6% pada kuartal tersebut dibandingkan kuartal II-2019.


Simak 5 orang paling tajir di China

[Gambas:Video CNBC]

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading