Pekan Depan, ESDM Ungkap Hasil Investigasi Ekspor Nikel

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 November 2019 16:11
Pekan Depan, ESDM Ungkap Hasil Investigasi Ekspor Nikel
Jakarta, CNBC IndonesiaKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan akan segera mengungkapkan hasil investigasi terkait dugaan over kuota ekspor bijih nikel, setidaknya pada pekan depan.

"Mudah-mudahan minggu depan, kalau timnya [investigasi] pulang kan kita sudah bisa olah. Timnya belum pulang, belum ada laporan, kan timnya belum pulang," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Arifin menjelaskan i
nvestigasi tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Inspektur Tambang Daerah, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, PT Surveyor Indonesia (Persero), PT Geoservices, dan PT Sucofindo Indonesia (Persero).


Investigasi dilakukan dengan mengunjungi langsung ke lokasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (
smelter) nikel, guna mendapatkan data valid pembangunan smelter, volume ekspor.

Namun ketika ditanya soal dugaan ada 7 perusahaan yang terlibat, Arifin menegaskan hasil masih menunggu laporan dari tim. Arifin enggan menjelaskan sanksi apa yang bakal dikenakan jika ada temuan pelanggaran izin ekspor. Pihaknya masih menunggu laporan dari tim investigasi guna menentukan langkah selanjutnya.

"Saya belum dapat [soal dugaan 7 perusahaan], nanti kan kita bikin, begitu timnya datang, ada laporannya kita klarifikasi juga, supaya kita tahu berapa jumlah volume yang hilang dari izin berapa. [Soal sanksi] t
unggu laporan dulu," tegasnya.


Dia menjelaskan soal sanksi larangan ekspor kepada perusahaan terkait, bahwasanya harus melihat aturannya. "Kita lihat aturannya, kan ada aturannya relaksasi itu, tapi waktunya kan sudah tinggal dikit kan."


"Itu dia [compliance soal smelter], kita ada datanya mengenai progres pembangunan smelter, kalau bangunnya sekian persen dapat 90 persen dari.....makanya saya mau cek juga, makanya diturunin tim ke sana supaya lihat pabriknya tuh sejauh mana. Progres konstruksinya. [Semua] kan mau tunggu laporan masih, [kalian ini] pengen buru-buru aja," tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengambil langkah tegas menghentikan sementara ekspor bijih nikel 1-2 minggu ke depan. Langkah ini diambil karena banyak pelanggaran terkait ekspor bijih nikel menjelang pelarangan 1 Januari 2020 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan para penambang menguras habis sumber nikelnya dan melakukan ekspor besar-besaran. Menurut Luhut saat ini ekspor bijih nikel per bulan mencapai 100-130 kapal dari biasanya hanya 30 kapal per bulan.


Kondisi ini dikhawatirkan bakal merusak lingkungan. "Penyetopannya tetap 1 Januari 2020, tidak berubah. Tapi ini karena tiba-tiba ada lonjakan luar biasa sampai 3 kali target," ungkap luhut di Kantornya, Selasa, (29/10/2019).


Apa kata pengusaha soal larangan ekspor nikel?

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading