Mirip Rupiah 1998, Begini Ngerinya Pergerakan Peso Argentina

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 October 2019 19:36
Mirip Rupiah 1998, Begini Ngerinya Pergerakan Peso Argentina
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Argentina (BCRA) pada Senin pagi (28/10/2019) waktu setempat, mengumumkan akan memotong jumlah maksimum dolar yang bisa dibeli individu. Langkah ini diambil karena arus keluar cadangan devisa negara meningkat setelah Presiden Mauricio Macri kalah di putaran pertama pada Pemilu Presiden Argentina pada hari Minggu.

Di bawah pemerintahan Macri, ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin itu telah mengalami kejatuhan dan dihantam krisis. Pemilu ini sendiri telah memicu aksi jual mata uang peso, obligasi dan juga saham.

Macri kalah dari lawannya, Alberto Fernandez, kemenangan Fernandez disambut baik oleh warga Argentina. Namun kemenangan tersebut belum memberikan kepastian pulihnya ekonomi Argentina, sehingga BRCA mengambil tindakan guna meredam kemerosotan cadangan devisa.





BRCA mengatakan akan membatasi pembelian dolar menjadi US$ 200 per bulan melalui rekening bank. Di mana transaksi tunai hanya boleh US$ 100 setiap bulan dalam bentuk tunai, hingga Desember.

Angka ini merupakan penurunan yang drastis dari ketentuan yang diberlakukan pada awal September lalu. Saat itu limit pembelian dolar ditetapkan sebesar US$ 10.000 untuk membantu mengerem pelemahan mata uang peso.

"Mengingat tingkat ketidakpastian saat ini, dewan BCRA telah memutuskan untuk mengambil serangkaian langkah pada hari Minggu ini untuk menjaga cadangan Bank Sentral," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan, mengutip Reuters.



Mata uang peso memang sedang babak belur di tahun ini. Pada hari ini, peso mengalami pelemahan 0,96% ke level 59,92/US$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara sejak awal tahun, mata uang Negeri Lionel Messi tersebut sudah anjlok nyaris 50%.

Depresiasi dalam tersebut mengingatkan terhadap pergerakan rupiah pada tahun 1998, saat Indonesia dilanda krisis. Rupiah di tahun itu melemah lebih dari 100%, menyentuh level terlemah sepanjang masa Rp 16.800/US$. Anjloknya rupiah tersebut akan terlihat lebih parah jika melihat kurs di bulan akhir November 1997 yang masih di kisaran Rp 3600an per dolar AS.




Mata uang peso mengalami kemerosotan tajam sejak bulan Agustus lalu setelah Fernadez terlihat diunggulkan menjadi Presiden baru Argentina, dan kini terlihat semakin kuat posisinya untuk menduduki kursi presiden.

Fernadez merupakan tokoh Peronisme, ideologi yang dilahirkan oleh mantan presiden Argentina Juan Domingo Perón. Ideologi tersebut dikatakan cenderung populis, sehingga Agentina nantinya akan menggelontorkan anggaran besar-besar untuk kebijakan yang populis. 

Dengan menerapkan kebijakan populis, pemerintah Argentina tentunya harus menambah utang lagi, dan risiko terjadinya gagal bayar atau default, sehingga kebijakan tersebut cenderung tidak disukai pelaku pasar apalagi dalam kondisi krisis.  


TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading