Sisi Lain Wajah Baru di Tim Ekonomi Jokowi: Johnny G. Plate

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
27 October 2019 18:44
Sisi Lain Wajah Baru di Tim Ekonomi Jokowi: Johnny G. Plate

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki masa bakti periode pemerintahan yang kedua, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden telah resmi mengumumkan susunan kabinetnya. Untuk posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dijabat oleh Johnny G Plate yang merupakan Sekjen Partai Nasdem.

Johnny menggantikan Rudiantara selaku Menkominfo periode pertama kabinet presiden Jokowi. Lalu, siapakah sosok Johnny sehingga dipilih Presiden Jokowi dalam kursi menteri? Johnny merupakan seorang politisi yang juga seorang pengusaha.

Ia lahir di Ruteng, 10 September 1956 Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menamatkan sekolah di kota kelahirannya tersebut, lalu ia melanjutkan pendidikan tingkat tingginya di Universitas Katolik Atma Jaya dan lulus tahun 1986.


Karir politiknya sebelum ke Partai Nasdem merupakan ketua mahkamah Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI). Pada tahun 2014 ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan (DPR-RI) Partai Nasdem mewakili daerah NTT.

Sebagai pengusaha, Johnny pernah memegang beberapa jabatan di berbagai perusahaan, yakni: Komisaris PT Indonesia Air Asia, Komisaris PT Mandosawu Putratama Sakti, Komisaris Utama PT Aryan Indonesia, Direktur Utama Bina Palma Group dan Direktur Utama PT Air Asia Investama.

Pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019 kemarin, ia terpilih kembali menjadi anggota DPR tetapi ia merelakan jabatannya tersebut lantaran diminta menjadi Menkominfo oleh presiden Jokowi.

Ketika terpilih menjadi Menteri ia berjanji untuk melakukan deregulasi untuk menghilangkan hambatan dan mendorong industri teknologi informasi di Indonesia tumbuh lebih cepat.

Johnny Plate menambahkan selama memimpin kemenkominfo, ia akan fokus pada kedaulatan data, cyber security dan cyber crime (keamanan siber). Terkait kedaulatan data dan keamanan cyber, Kemenkominfo mengaku sudah merampungkan Rancangan Undang-Undang perlindungan data pribadi dan melakukan revisi peraturan data center.

Dalam beberapa tahun ke depan ia juga berambisi agar Indonesia memiliki startup hectocorn"Indonesia harus mampu menghasilkan lebih banyak unicorn - decacorn. Kalau bisa kita punya startup yang punya skala US$100 miliar (hectocorn)," ujarnya.

(yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading