Luar Biasa! Saham LQ45: CPIN hingga HMSP Melesat di Atas 5%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
24 October 2019 17:09
Pasar saham domestik tampaknya mulai optimistis setelah melewati banyak sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Empat saham di daftar Indeks LQ45 menguat lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, Kamis (24/10/2019). Pasar saham domestik tampaknya mulai optimistis setelah melewati banyak sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), empat saham yang mengalami penguatan lebih dari 5% tersebut, yaitu saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 9,7% ke level Rp 7.350/saham.

Lalu saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 6,91% ke level Rp 54.550/saham. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga melesat 6,63% ke level Rp 3.700/saham dan saham PT HM Sampoerna Tbk naik 5,35% ke level Rp 2.170/saham.


Sementara itu, Indeks LQ45 pada perdagangan hari ini tercatat menguat 1,9% ke level 1.011,46. Sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,31% ke level 6.339,65.


Penguatan IHSG hari ini ditopang sentimen positif setelah Presiden Joko Widodo melantik menteri Kabinet Indonesia Maju. Kemudian Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 23-24 Oktober memutuskan untuk menurunkan bunga acuan BI 7-Day RR sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5%.

Keputusan tersebut sesuai dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan turun 25 basis poin (bps) menjadi 5%.

Perkembangan terbaru dari perang dagang datang dari Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan bahwa AS dan China telah mencapai perkembangan dalam negosiasi dagang kedua negara, seperti dilansir dari Reuters. Menurut Le, segala perbedaan yang ada antara AS dan China bisa diselesaikan selama keduanya menghormati satu sama lain.

"Selama kita saling menghormati satu sama lain dan bekerjasama dengan azaz keadilan, tidak ada perbedaan yang tak dapat diselesaikan antara China dan AS," kata Le.

"Yang China inginkan adalah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya. Kami tak ingin merenggut apapun dari pihak lain. Tidaklah ada ceritanya bahwa China ingin menggantikan ataupun mengancam pihak lain," katanya guna semakin mendinginkan suasana dengan AS.


Le menjelaskan bahwa AS dan China telah mencapai banyak hal melalui kerjasama selama bertahun-tahun.

"Untuk apa kita melepaskan capaian-capaian dari kerjasama tersebut?"

Jika benar AS-China bisa meneken kesepakatan dagang tahap satu pada bulan depan, tentu ini akan menjadi kabar yang sangat positif bagi perekonomian kedua negara lantaran roda perekonomian akan bisa dipacu untuk berputar lebih kencang.

Mengingat posisi AS dan China selaku dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia, tentu kencangnya laju perekonomian kedua negara akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dunia.


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading