India-Malaysia Panas, Harga CPO Amblas

Market - Tirta Widi Gilang Citradi, CNBC Indonesia
22 October 2019 10:53
Pelemahan terjadi menyusul adanya arahan di India untuk tidak membeli minyak sawit dari Malaysia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) diperdagangkan melemah hari ini. Pelemahan terjadi menyusul adanya arahan dari Solvent Extractor Association of India (SEAI) untuk tidak membeli minyak sawit dari Malaysia.

Pada Selasa (22/10/2019) pukul 10:50 WIB, harga CPO di bursa komoditas Malaysia berada di RM 2.264/metrik ton. Turun 0,8% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.




Beberapa faktor yang membuat harga CPO naik akhir-akhir ini adalah melemahnya ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS), naiknya harga komoditas substitusi minyak kedelai, serta adanya perayaan Diwali di India yang berlangsung pekan ini. Diwali merupakan salah satu perayaan agama Hindu yang melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan yang disimbolkan dengan Cahaya. Diwali merupakan salah satu hari raya yang paling ditunggu oleh umat Hindu India.

Namun harga CPO kembali melemah setelah salah satu asosiasi dagang bernama SEAI meminta anggotanya untuk tidak membeli minyak sawit dari Malaysia. India merupakan destinasi ekspor terbesar Malaysia untuk produk-produk minyak sawit senilai US$ 1,63 miliar. Minyak nabati berkontribusi terhadap ekonomi Malaysia (PDB) sebesar 2,8% dan 4,5% dari total ekspor.

"Pemerintah masih belum mengambil langkah terkait pernyataan Perdana Menteri Malaysia dan sedang mempertimbangkan beberapa retaliasi" tutur Presiden SEAI, Atur Chaturvedi dalam sebuah catatan untuk anggotanya, dikutip dari Reuters.

"Sebagai salah satu pelaku industri minyak sawit India yang patuh, kami akan menghindari pembelian minyak sawit dari Malaysia hingga ada kejelasan dari Pemerintah India" tambahnya.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(twg/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading