Internasional

Ekonomi Jepang Melambat, Ekspor Turun 5,2%

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
21 October 2019 11:34
Ekonomi Jepang Melambat, Ekspor Turun 5,2%
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor Jepang turun 5,2% pada September 2019, jika dibanding tahun sebelumnya (YoY). Menurut data Departemen Keuangan, angka itu menunjukkan penurunan selama 10 bulan berturut-turut.

Penurunan ini lebih besar dari jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan hanya 4,0%. Sementara impor tercatat sebesar 1,5% pada tahun tersebut hingga September.


Dari penurunan itu, neraca perdagangan mencapai defisit 123,0 miliar yen (US $ 1,1 miliar/Rp 15 triliun). Dibandingkan dengan estimasi median yang surplus 54,0 miliar yen.


Untuk diketahui, data ekonomi di dua negara besar Asia yaitu Jepang dan China memang akhir-akhir ini kurang menggembirakan. Di Jepang, laju inflasi pada September 2019 tercatat 0,2% year-on-year (YoY).

Ini menjadi laju terlemah sejak Februari, sementara inflasi inti di negeri matahari terbit adalah 0,3% YoY. Ini adalah laju paling lemah sejak Februari 2017.

Minimnya inflasi di negara maju seperti Jepang menandakan konsumsi tengah lesu. Ini membuat dunia usaha juga enggan menaikkan harga terlalu tinggi.

"Gubernur Kuroda (Haruhiko Kuroda, Gubernur Bank Sentral Jepang) benar. Pemulihan ekonomi global sepertinya akan tertunda. Ekonomi global mungkin saja akan pulih tahun depan, tetapi masih ada risiko seperti faktor geopolitik," kata Menteri Keuangan Jepang Taro Aso, seperti dikutip dari Reuters.

Selanjutnya di China, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 diumumkan sebesar 6% YoY. Ini adalah laju terlemah sejak 1992, kali pertama China memperkenalkan data pertumbuhan ekonomi secara YoY.

Ke depan, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi China terus melambat, karena perang dagang dengan AS sepertinya belum kunjung usai.



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading