Debut Perdana, Saham Itama Ranoraya Kena Auto Reject!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 October 2019 09:32
Debut Perdana, Saham Itama Ranoraya Kena Auto Reject!

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia pada Selasa ini (15/10/2019).

Saat debut perdana, Selasa pagi ini, harga saham Itama Ranoraya bergerak menguat 49,73% ke level Rp 560/saham dari harga penawaran perdana (initial public offering/IPO) seharga Rp 374/saham. Saham Itama mendekati batas atas penolakan atau auto reject mengingat dengan rentang harga tersebut, maka batasan auto reject yakni 25% di hari biasa dan 50% di hari pertama.

Saham Itama Ranoraya terpantau ditransaksikan sebanyak 46 kali dengan volume saham sebanyak 23.000 lot senilai Rp 1,34 miliar. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar Itama Ranoraya di BEI sebesar Rp 896 miliar.



Perusahaan dengan kode saham IRRA ini menjadi perusahaan publik ke-41 yang tercatat di BEI. Itama adalah perusahaan yang mendistribusikan perangkat medis seperti oneject auto disable syringe (ADS) atau alat suntik sekali pakai, abbott diagnostic, terumo BCT dan ortho clinical diagnostic.

Perusahaan melepaskan 400 juta saham atau setara dengan 25% dari modal disetor dan ditempatkan perusahaan, ke publik dengan harga Rp 374/saham.

Direktur Utama Itama Teten W. Setiawan mengatakan, dana hasil penawaran saham ini pun akan digunakan untuk memperluas jaringan penjualan perusahaan.


Dari penawaran umum perdana saham ini perusahaan memperoleh dana senilai Rp 126 miliar-Rp 150 miliar. Sebanyak 60% dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan pusat dan jejaring pemasaran secara bertahap di beberapa kota di Indonesia untuk periode 2019-2020. Sisanya sebesar 40% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.

Adapun ke depan, strategi bisnis yang akan dilakukan perusahaan adalah mengembangkan bisnis dan menargetkan pelanggan potensial dan memacu kinerja keuangan.

Itama menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriters).

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading