Tak Ada yang Bisa Jadi Katalis, IHSG ke Zona Merah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
10 October 2019 09:27
Tak Ada yang Bisa Jadi Katalis, IHSG ke Zona Merah
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Kamis (10/10/2019), di zona merah. Pada pembukaan perdagangan, IHSG jatuh 0,09% ke level 6.023,98. Pada pukul 09:20 WIB, koreksi indeks saham acuan di Indonesia tersebut adalah sebesar 0,03% ke level 6.027,13.

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru sedang ditransaksikan di zona hijau, walaupun tipis saja. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei naik 0,29%, indeks Shanghai menguat 0,23%, dan indeks Straits Times terapresiasi 0,01%. Sementara itu, indeks Hang Seng turun 0,16% dan indeks Kospi jatuh 0,73%.

Pemberitaan mengenai negosiasi dagang AS-China yang simpang siur menjadi penyebab di balik kegalauan yang didapati di bursa saham Asia. Untuk diketahui, pada hari ini waktu setempat kedua negara akan menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi di Washington.


Pemberitaan dari South China Morning Post (SCMP) menyebutkan bahwa AS dan China tak menghasilkan perkembangan apapun kala perbincangan tingkat deputi digelar pada awal pekan ini.

SCMP kemudian menyebut bahwa delelegasi pimpinan Wakil Perdana Menteri China Liu He hanya akan menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi dengan delegasi AS selama satu hari dan akan kembali ke Beijing pada hari Kamis. Untuk diketahui, sebelumnya delegasi China dijadwalkan kembali ke Beijing pada hari Jumat (11/10/2019).

Masalah transfer teknologi secara paksa yang ditolak untuk dirundingkan oleh pihak China menjadi dasar dari mandeknya perbincangan antar kedua negara, seperti dilaporkan oleh SCMP.

Sejatinya, hawa negatif terkait dengan negosiasi dagang tingkat tinggi antara AS dan China sudah tercium sejak awal pekan, seiring dengan keputusan AS untuk memasukkan delapan perusahaan teknologi raksasa asal China dalam daftar hitam, membuat kedelapan perusahaan tersebut tak bisa melakukan bisnis dengan perusahaan asal AS tanpa adanya lisensi khusus. AS beralasan bahwa kedelapan perusahaan tersebut terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap kaum Muslim di Xinjiang, China.

China dibuat berang dengan langkah AS tersebut dan dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tak akan tinggal diam.

"China akan terus mengambil langkah-langkah yang tegas dan kuat untuk mempertahankan kedaulatan negara, keamanan, dan pembangunan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, seperti dilansir dari CNBC International.

Namun, pemberitaan dari SCMP dibantah oleh Gedung Putih. Melansir CNBC International, Gedung Putih menyebut bahwa pemberitaan dari SCMP tidaklah akurat. Menurut Gedung Putih, hingga saat ini pihaknya tak mendapat informasi bahwa terdapat perubahan dalam jadwal kunjungan delegasi China.

Lebih lanjut, seorang pejabat senior pemerintahan AS menginformasikan kepada CNBC International bahwa delegasi China masih dijadwalkan untuk kembali ke Beijing pada Jumat malam, dan rencana jamuan makan malam pada Kamis malam masih terjadwal.

Dikhawatirkan, perang dagang AS-China justru akan tereskalasi pasca kedua negara selesai menggelar negosiasi tingkat tinggi. Jika ini yang terjadi, perekonomian keduanya terancam mengalami yang namanya hard landing alias perlambatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading