Saham Emiten Rokok Anjlok, HMSP Terparah! Ada Apa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
04 October 2019 11:53
Saham Emiten Rokok Anjlok, HMSP Terparah! Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten rokok di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi I, Jumat ini (4/10/2019) kompak amblas di tengah beredarnya kabar kenaikan harga rokok dari 42 merek setelah cukai rokok diputuskan naik tahun depan. Kabar itu banyak beredar di grup-grup aplikasi WhatsApp dalam beberapa hari terakhir.

Data perdagangan BEI mencatat, di sesi I, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) kompak amblas.

Saham Gudang Garam amblas 2,29% di level rp 50.150/saham dengan nilai transaksi Rp 77,12 miliar dan saham HMSP anjlok 3,56% di level Rp 2.170/saham dengan nilai transaksi Rp 108,63 miliar. Saham WIIM turun tipis 0,54% di level Rp 185/saham dengan nilai transaksi 118,47 juta.


Adapun saham PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) harganya stagnan di level Rp 360/saham tanpa ada nilai transaksi hari ini.


Asing hari ini beruntun masuk di saham emiten rokok. Di HMSP, asing masuk Rp 5,78 miliar, GGRM asing masuk Rp 119,23 miliar, dan WIIM  asing masuk kecil Rp 592.000.

Sebagai informasi, pemerintah menaikkan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran sebesar 35% yang mulai berlaku 1 Januari 2020. Kebijakan ini akan dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Tak hanya itu, pada hari ini banyak beredar di grup-grup aplikasi pesan singkat WhatsApp terkait daftar harga rokok dari 42 merek setelah cukai naik. Namun informasi tersebut dipastikan hoax alias berita bohong.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti mengungkapkan, hingga saat ini belum ada PMK yang menetapkan besaran resmi kenaikan cukai rokok.

"Saya ndak tahu ya. Karena kita kan hanya tahu Bu Menteri mengatakan kenaikan cukainya sekian persen, tapi PMK-nya sampai sekarang belum ada jadi kita ndak tahu," kata Moefti ketika dihubungi detikcom, Kamis (3/10/2019).

Hingga saat ini Gaprindo juga belum mengetahui besaran pasti kenaikan cukai rokok. "Ya nggak tahu, kenaikannya kan belum tahu. Pemerintah hanya menyatakan kenaikannya sekian persen rata-rata, tapi kita kan belum tahu tetapnya berapa persen," tegasnya.

Sebelumnya Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan menegaskan bahwa informasi tersebut hoax

"Yes. Pasti hoax," tuturnya kepada Detikcom.

Dalam konferensi pers, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah menghitung dampak kenaikan cukai rokok yang dimulai tahun depan terhadap inflasi. Namun, Kepala BPS Suhariyanto tak mau menyebutkan hasil penghitungan BPS. Pasalnya, penghitungan masih belum matang sehingga belum bisa dibagikan kepada masyarakat.


"Sebetulnya BPS punya exercise tapi enggak bisa dikasi keluar karena masih banyak asumsi," ujarnya di gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Namun, ia memastikan bahwa kenaikan cukai rokok akan memberikan dampak kepada inflasi. Karena saat ini, setiap bulannya juga rokok filter telah memberikan sumbangan ke inflasi meski tipis.

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading