INTERNASIONAL
Perang Dagang Masih Bikin Khawatir, Wall Street Anjlok
Sefti Oktarianisa,
CNBC Indonesia
03 October 2019 07:11
Jakarta, CNBC Indonesia- Bursa AS, Wall Street, kembali anjlok pada penutupan perdagangan Rabu (2/10/2019). Lesunya data ketenagakerjaan AS, ditambah ketakutan akan resesi, dan konflik perdagangan menjadi penyebab.
Dow Jones turun hampir 500 pin atau 1,9% ke 26.078,62. Ini pelemahan hari kedua berturut-turut dengan kerugian lebih dari 1%.
Sementara S&P turun 1,8% ke 2.887,61. Sedangkan Nasdaq turun 1,6% menjadi 7.785,25.
Wall Street mendapatkan sentimen buruk setelah perusahaan pembayaran gaji di AS, ADP memperkirakan negara itu butuh 135 ribu pekerjaan tambahan di sektor swasta.
Angka pekerjaan baru meningkat, setelah data sebelumnya menunjukkan resesi di sektor manufaktur AS, terlemah dalam satu dekade terakhir menjadi penyebab.
Institute for Supply Management (ISM) memaparkan, indeks aktivitas pabrik nasional AS pada September turun ke 47,8, terendah sejak Juni 2009. Sementara pada Agustus di level 49,1.
Kekhawatiran akan Brexit juga meningkat tajam, dilansir dari AFP. Belum lagi ketegangan AS dengan Eropa menyusul langkah WTO yang mengizinkan AS menaikkan tarif barang Uni Eropa karena persoalan Airbus dan Boeing.
(sef/sef) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Sektor Perbankan Nanjak Lagi, Wall Street Melesat Lagi
Dow Jones turun hampir 500 pin atau 1,9% ke 26.078,62. Ini pelemahan hari kedua berturut-turut dengan kerugian lebih dari 1%.
Sementara S&P turun 1,8% ke 2.887,61. Sedangkan Nasdaq turun 1,6% menjadi 7.785,25.
Wall Street mendapatkan sentimen buruk setelah perusahaan pembayaran gaji di AS, ADP memperkirakan negara itu butuh 135 ribu pekerjaan tambahan di sektor swasta.
Angka pekerjaan baru meningkat, setelah data sebelumnya menunjukkan resesi di sektor manufaktur AS, terlemah dalam satu dekade terakhir menjadi penyebab.
Institute for Supply Management (ISM) memaparkan, indeks aktivitas pabrik nasional AS pada September turun ke 47,8, terendah sejak Juni 2009. Sementara pada Agustus di level 49,1.
Kekhawatiran akan Brexit juga meningkat tajam, dilansir dari AFP. Belum lagi ketegangan AS dengan Eropa menyusul langkah WTO yang mengizinkan AS menaikkan tarif barang Uni Eropa karena persoalan Airbus dan Boeing.
(sef/sef) Add
source on Google