Internasional

Meski Bakal Resesi, Inggris Tetep Cerai dari Eropa 31 Oktober

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
30 September 2019 17:05
Inggris bersikukuh akan tetap meninggalkan Uni Eropa tanggal 31 Oktober mendatang.
Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris bersikukuh akan tetap meninggalkan Uni Eropa tanggal 31 Oktober mendatang. Bahkan tanpa kesepakatan sekalipun yang kemungkinan membawa Inggris terjerembab dalam resesi.

"Jika kami tidak bisa membuat kesepakatan, saya pikir tetap penting untuk pergi di banyak kasus dan pergi tanpa kesepakatan. Ini tidak sempurna tapi tetap sesuai untuk pergi tanggal 31 nanti," kata Menteri Keuangan Inggris, Sajid Javid, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (30/9/2019).

Javid menolak untuk menjelaskan lebih lanjut bagaimana skenario Brexit jika tidak ada kesepakatan. Meski demikian parlemen Inggris menolak langkah ini dan memilih jadwal Brexit mundur.



"Apa yang telah dilakukan parlemen tentu membuat banyak hal menjadi sulit. Tapi kita sudah jelas dengan kebijakan yang tidak akan mungkin berubah. Kita akan segera pergi 31 Oktober," jelasnya lagi.

Ketidakpastian Brexit telah semakin mendorong ekonomi Inggris ke jurang resesi. Ekonomi Inggris, sebagaimana ditulis The Guardian, sudah terkontraksi 0,2% di kuartal kedua tahun ini.



Sebelumnya, pada kuartal II-2019, ekonomi Inggris tumbuh 1,2%. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 1,8% dan menjadi angka terendah sejak awal 2018.

Sementara untuk periode Mei-Juli, ekonomi Inggris tidak tumbuh alias 0%. Pertumbuhan ekonomi stagnan karena kontraksi di sektor konstruksi dan manufaktur.

Sementara sektor jasa, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi, masih tumbuh. Tetapi melambat sepanjang 2019.

Bila Inggris ke luar dari Eropa tanpa kesepakatan, berdasarkan dokumen pemerintah yang bocor, Inggris akan menghadapi krisis kelangkaan. Di dokumen YellowHammer bukan hanya makanan, obat-obatan dan bahan bakar akan langka di Inggris.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading