Genjot Infrastruktur, Pemerintah Suntik Modal ke 8 BUMN

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
27 September 2019 15:13
Ada 8 BUMN yang akan dapat skema PMN tahun depan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengucurkan sejumlah dana segar berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada sejumlah BUMN guna menutup kekurangan belanja infrastruktur tahun depan.

"Tahun depan Rp 423 triliun untuk (anggaran) infrastruktur. Melihat kebutuhan ada analisa, bagaimana menutup ketinggalan, ada gap ternyata sangat besar," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/9/2019).

Pemerintah, lanjutnya, menilai jika keterlibatan APBN dan APBD belum cukup untuk menutup kekurangan tersebut. Sehingga, dirasa perlu melibatkan pihak lain, yaitu perusahaan plat merah atau BUMN.




"Tapi BUMN tidak dilepas. Poinnya menugaskan BUMN, tapi juga di-support," tegasnya.

Dia menjelaskan, salah satu contoh adalah keterlibatan PT Hutama Karya yang ditugaskan untuk proyek Tol Trans Sumatera. Untuk memuluskan penugasan itu, pemerintah memberikan suntikan dana hingga Rp 3,5 Triliun. Kucuran PMN juga diberikan untuk PLN, dalam memastikan rasio elektrifikasi bisa berjalan 100 persen.

"PLN kita berikan Rp 5 triliun untuk tahun depan," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengajukan alokasi PMN sebesar Rp 17,73 triliun untuk 8 BUMN tahun depan. Usulan itu pun disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Jumlah PMN yang diusulkan itu sedikit lebih rendah dari tahun ini, meskipun secara jumlah BUMN lebih banyak. Tercatat jumlah PMN tahun ini yang disetujui sebesar Rp 17,8 triliun untuk 3 BUMN.

Alokasi PMN tahun depan yang sudah pasti disalurkan untuk 7 BUMN. Sementara alokasi untuk 1 BUMN belum ditentukan. Namun yang pasti akan dipilih BUMN yang bertujuan untuk menguatkan neraca transaksi berjalan.

"PMN yang totalnya Rp 17,73 triliun kami setujui," ujar Wakil Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah di ruang Banggar, gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/9/2019).



Berikut rincian 8 BUMN yang dapat PMN tahun depan:

1. PT PLN (Persero) Rp 5 triliun, lebih rendah dari PMN 2019 Rp 6,5 triliun.
2. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp 2,5 triliun, naik dari PMN 2019 Rp 800 miliar.
3. PT Hutama Karya (Persero) Rp 3,5 triliun, turun dari PMN 2019 Rp 10,5 triliun.
4. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 300 miliar
5. PT Geo Dipa Energi (Persero) sebesar Rp 700 miliar
6. PT PNM sebesar Rp 1 triliun
7. PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) sebesar Rp 3,8 triliun
8. Belum ditentukan BUMN yang menerima PMN untuk penguatan neraca transaksi berjalan sebesar Rp 1 triliun.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading