Rakyat Diabaikan, Ini 'Jerit Tangis' Pelaku Pasar Keuangan RI

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
24 September 2019 15:04
'Jerit tangis' pelaku pasar keuangan Indonesia begitu terdengar pada hari ini, Selasa (24/9/2019), setidaknya di kawasan Asia.

Jakarta, CNBC Indonesia - 'Jerit tangis' pelaku pasar keuangan Indonesia begitu 'terdengar' pada hari ini, Selasa (24/9/2019), setidaknya di kawasan Asia. Pada Selasa ini, pasar keuangan Indonesia babak belur diterpa tekanan jual. Sudah sedari pembukaan perdagangan pasar keuangan RI terombang-ambing.

Mari kita mulai dari pasar saham. Mengawali perdagangan hari ini dengan koreksi sebesar 0,28% ke level 6.188,77, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selaku indeks saham acuan di Indonesia terus memperlebar kekalahan seiring dengan berjalannya waktu.

Hingga berita ini diturunkan, koreksi indeks mencapai 1,36% ke level 6.121,51. IHSG ditransaksikan di bawah level psikologis 6.200 untuk kali pertama sejak 6 Agustus 2019. Posisi IHSG saat ini juga merupakan posisi terlemah sejak 6 Agustus 2019.


IHSG melemah kala mayoritas bursa saham utama kawasan Asia justru sedang melaju di zona hijau.


Hanya ada tiga indeks saham di kawasan Asia yang melemah pada hari ini, yakni IHSG, Sensex (indeks saham acuan di India), dan KLCI (indeks saham acuan di Malaysia).

Namun, koreksi yang dibukukan IHSG jauh lebih dalam sehingga menjadikannya indeks saham dengan kinerja terburuk di kawasan Asia.



Investor asing memegang peranan yang begitu besar dalam membuat IHSG terkapar pada perdagangan hari ini.

Hingga berita ini diturunkan, investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 669 miliar di pasar saham tanah air (pasar reguler). Jika sampai akhir perdagangan investor asing masih membukukan jual bersih, maka akan menandai jual bersih kesembilan secara beruntun.

Untuk diketahui, kali terakhir investor asing membukukan beli bersih di pasar saham tanah air adalah pada tanggal 11 September 2019. Dalam periode 12-23 September, jual bersih investor asing di pasar reguler mencapai Rp 3,5 triliun.

Beralih ke rupiah, hingga berita ini diturunkan, mata uang Garuda melemah 0,11% di pasar spot ke level Rp 14.095/dolar AS. Rupiah kembali melemah setelah kemarin (23/9/2019) sudah terdepresiasi 0,21% melawan dolar AS.



Tak hanya saham dan rupiah, obligasi terbitan pemerintah Indonesia pun diterpa tekanan jual. Pada perdagangan hari ini, seluruh imbal hasil (yield) obligasi terbitan pemerintah Indonesia seri acuan membukukan kenaikan.

Di pasar obligasi, yang menjadi acuan adalah tenor 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), 15 tahun (FR0068), dan 20 tahun (FR0079). Pada perdagangan hari ini, yield obligasi tenor 5, 10, 15, dan 20 tahun seri acuan naik masing-masing sebesar 2,6 bps, 3 bps, 2,4 bps, dan 0,2 bps.

Sebagai informasi, pergerakan yield obligasi berbanding terbalik dengan harganya. Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun.



BERLANJUT KE HALAMAN 2 -> Suara Rakyat Diabaikan

Suara Rakyat Diabaikan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading