Ini 5 Saham 'Kolesterol' yang Ngehits, Naik Lebih dari 10%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
23 September 2019 10:03
Ini 5 Saham 'Kolesterol' yang Ngehits, Naik Lebih dari 10%
Jakarta, CNBC Indonesia - Lima saham lapis ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI) beterbangan dan naik lebih dari 10% pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang ragu-ragu untuk menguat. Kenaikan saham-saham tersebut tidak seperti transaksi norma sehari-hari.

Berdasarkan data perdagangan BEI, harga saham PT ABM Investama Tbk (ABBM) naik 17,44% di level Rp 2.290/saham. Lalu saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 16,67% di Rp 260/saham, saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) naik 15,9% di level Rp 226/saham.

Berikutnya ada saham PT Asuransi Harta Aman Tbk (AHAP) melesat 13,33% di level Rp 84/saham dan PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 10,06% di level Rp 350/saham.

Lima saham ini bukanlah anggota dari indeks LQ45 yang likuid diperdagangkan di pasar saham.


Kenaikan harga saham-saham ini biasanya tidak ditopang nilai likuiditas yang memadai.

Beberapa pelaku pasar memilih untuk tidak berinvestasi di pasar saham karena prinsipnya yang high risk dan high return, yang artinya menanamkan modal pada aset berisiko tinggi tapi berpotensi memberikan imbal hasil selangit.

Namun bagi investor pemula yang masih awam, sebaiknya berhati-hati berinvestasi pada saham yang tidak likuid. Sejumlah analis menyarankan agar investor mencermati fundamental, jika fundamental baik dan punya horizon investasi jangka panjang tidak ada salahnya berinvestasi pada saham-saham tersebut.

Akan tetapi pelaku pasar harus waspada karena terkadang di pasar saham sering ada aktivitas "goreng" saham.

Dalam dunia pasar modal saham sering disebut 'saham berkolesterol tinggi', kenapa? Hal ini karena saham telah 'digoreng' yang membuat harganya melesat dan menarik bagi trader.

Namun, saham-saham tersebut selain cepat naik tapi juga bisa tiba-tiba anjlok harganya, bak roller coaster. Jadi risiko yang menyelimuti juga sangat besar.

Alhasil, pergerakan sahamnya tidak dapat diperkirakan oleh para analis. Jadilah saham yang digoreng ini istilah 'berkolesterol' dan tidak sehat bagi investor.

"Bursa akan selalu memantau aktivitas, pergerakan harga dan pola transaksi dari tiap saham yang diperdagangkan di bursa dan melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan kewenangan Bursa," kata Kristian Sihar Manulang, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, belum lama ini.


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading