Ulasan Teknikal Saham

BI Ringankan DP Rumah, Begini Arah Saham Bank BTN

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
21 September 2019 15:51
BI Ringankan DP Rumah, Begini Arah Saham Bank BTN
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kembali merelaksasi rasio loan to value (LTV) dan finance to value (FTV) diperkirakan mendorong pertumbuhan industri properti, khususnya penjualan rumah untuk segmen pembeli rumah pertama (first buyer) dan pembelian rumah untuk investasi (investment buyers).

Sentimen tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi bank yang bergerak dalam segmen perumahan seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Data bursa hari ini menunjukkan saham BBTN masih stagnan pada level Rp 2.260/unit saham, setelah secara mingguan menguat 3,2%. Nilai transaksi hari ini sebanyak Rp 39,29 miliar.

Perdagangan pada saham tersebut diikuti pembelian bersih (net buy) investor asing senilai Rp 2,49 miliar di pasar reguler. Perlu dicatat, bahwa pada penghujung pekan ini asing cukup gencar melepas portofolio sahamnya dengan mencatatkan net sell mencapai Rp 718 miliar juga di pasar reguler.


Secara teknikal tren saham Bank BTN sedang bergerak naik sejak (30/8), khususnya setelah menyentuh level terendahnya tahun ini pada Rp 2.000/saham. Saham BBTN terlihat dengan puncak-puncak harga yang bergerak lebih tinggi (higher high) pada grafik.

Ada potensi harganya akan naik dan menguji level Rp 2.330/saham, sedangkan level penahan penurunannya (support) berada di Rp 2.200/saham pada pekan depan.

Sumber: Tim riset CNBC Indonesia, Refinitiv
Selain menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi 5,25%, BI juga melakukan pelonggaran aturan makroprudensial melalui LTV yang membuat uang muka atau DP (down payment) KPR dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) menjadi lebih murah.

Rasio LTV dan FTV untuk kredit/pembiayaan properti sebesar 5% dan untuk kendaraan bermotor berkisar 5-10%, serta tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan masing-masing sebesar 5%.

"Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak 2 Desember 2019," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung BI, Kamis (19/9/2019).

Namun, Perry mengingatkan pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti sebesar 5% dan uang muka kredit kendaraan bermotor ini harus sesuai dengan NPL yang ditentukan BI. "Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bank harus di bawah 5%," tuturnya.

Direktur Consumer Banking Bank BTN Budi Satria mengatakan kebijakan ini menjadi angin segar bagi sektor perbankan karena pembiayaan untuk kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor (rukan) dan rumah toko (ruko). Hal ini akan berdampak mempermudah masyarakat untuk mengakses pembiayaan perumahan.

"Relaksasi LTV ini akan berpengaruh tidak hanya bagi pembeli rumah pertama, tapi juga investment buyers karena dapat dengan mudah dan cepat membeli properti kedua, ketiga dan seterusnya untuk dijadikan portofolio investasi," kata Budi dalam siaran persnya, Jumat (20/9/2019).

Sumber: Rasio LTV/FTV Saat Ini dan Baru (Dok. Bank Indonesia)
TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading