Bereskan Aset Bermasalah, BTN Targetkan Rp 9,97 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 July 2020 15:24
Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury (Dok. BTN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berpotensi untuk memperoleh Rp 9,97 triliun dari penjualan aset agunan kredit yang disalurkannya. Aset agunan yang dimaksud adalah properti konsumer, komersial dan syariah.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan penjualan aset ini merupakan upaya perusahaan untuk menyehatkan portofolio pembiayaan dan exit strategy dari aset-aset yang bermasalah.

"BTN memiliki portofolio siap jual yang bisa jadi investasi menguntungkan dengan total 60.132 unit, total saldo pokok Rp 9,975 triliun yang terdiri dari portofolio konsumer, komersial dan syariah," kata Pahala dalam investor gathering virtual, Kamis (30/7/2020).

Dia menjelaskan, seluruh portofolio ini terdiri dari 59.518 unit konsumer, untuk komersial 563 unit dan syariah 51 unit.

Unit-unit ini siap dilego kepada calon investor yang berminat untuk mengoperasikan kembali aset-aset tersebut. Upaya ini bisa dilakukan dengan berbagai skema mulai dari pengalihan cessie atau penjualan cessie kepada calon investor baru, kemudian melakukan lelang atau novasi dan SKM.

Tahun ini BTN menargetkan untuk bisa menyalurkan kredit hingga Rp 30 triliun sampai akhir tahun. Penyaluran ini berasal dari penempatan dana yang dilakukan pemerintah sebesar Rp 5 triliun di BTN.

Menurutnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah memberikan kepercayaan kepada BTN untuk mengelola dana yang dititipkan. Maka pihaknya akan melakukan hal tersebut melalui penyaluran kredit terutama dari sektor perumahan.

"BTN mendapatkan penempatan Rp 5 triliun dan ini kita diharapkan bisa menyalurkan kredit sampai dengan Rp 15 triliun dalam tiga bulan mendatang dan dalam enam bulan yaitu sampai dengan akhir tahun diharapkan bisa menyalurkan sampai dengan Rp 30 triliun," ujarnya, Rabu (30/7/2020).

Lanjutnya, keyakinan penyaluran bisa mencapai Rp 30 triliun hingga akhir tahun datang dari banyaknya masyarakat yang mengajukan kredit melalui aplikasi kepada BTN. Jumlah permintaan ini meningkat tajam bahkan hingga 75% dari bulan Mei ke Juni.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading