IHSG Tetap Merah Meski Suku Bunga Dipangkas, Apa Kata BEI?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 September 2019 17:14
IHSG Tetap Merah Meski Suku Bunga Dipangkas, Apa Kata BEI?

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai langkah penurunan suku bunga yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) pada Kamis siang (19/9/2019) sudah diprediksi oleh pasar. Oleh sebab itu pelaku pasar kurang mengapresiasi kebijakan ini dengan penguatan indeks yang berarti.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada Kamis ini terkoreksi 0,51% ke level 6.244,47. Sejak awal perdagangan, IHSG nyaris tak pernah merasakan manisnya zona hijau.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan umumnya penurunan suku bunga akan memberikan efek positif untuk pasar saham.



"Biasanya bunga turun akan positif buat pasar saham. [Kali ini] sepertinya udah expected kalau lihat polling-nya para ekonom," kata Laksono kepada CNBC Indonesia, Kamis (19/9/2019).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps), dari 5,5% menjadi 5,25%.

"RDG BI pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,25%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Kamis (19/9/2019).


Pada perdagangan Kamis ini, saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong IHSG melemah di antaranya PT Astra International Tbk/ASII (-1,49%), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (-0,94%), PT United Tractors Tbk/UNTR (-3,44%), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (-1,39%), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (-1,58%).

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei menguat 0,38%, indeks Shanghai naik 0,46%, dan indeks Kospi bertambah 0,46%.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading