Analisis Teknikal

Duh! IHSG Makin Sulit Tembus Level 6.400

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
16 September 2019 08:45
Sepanjang pekan lalu investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 688 miliar di pasar reguler
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,41%, meskipun pada akhir pekan ditutup dengan pelemahan 0,11% ke level 6.334.

Untuk perdagangan hari ini Senin (16/9/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Rentang pergerakannya diperkirakan berada pada level 6.300 hingga 6.375.

Dari bursa Wallstreet Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama ditutup bervariatif. indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,14%, indeks S&P 500 melemah 0,07%, dan Nasdaq minus 0,22%.

Dow Jones bergerak positif setelah pada Jumat (13/9), New York Times melaporkan bahwa Cina akan membebaskan beberapa produk pertanian A.S., termasuk kedelai dan daging babi dari tarif tambahan.


Sepanjang pekan lalu investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 688 miliar di pasar reguler. Asing masih terus keluar dari bursa saham Indonesia melihat kondisi global yang tak menentu.

Situasi makin memanas setelah dua fasilitas kilang minyak milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang pesawat nirawak alias drone sekitar Sabtu pagi pukul 04.00 waktu setempat. Serangan ini menyebabkan kebakaran di dua fasilitas milik perusahaan minyak tersebut.

Secara teknikal, pada penghujung pekan lalu IHSG meninggalkan sinyal koreksi dikarenakan posisinya mulai bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5) yang diwakili garis berwarna hijau.

Potensi penurunan diperkirakan berlanjut awal pekan ini. Hal ini tercermin dari pola lilin (candlestick) berukuran pendek pendek yang terbentuk dalam beberapa hari perdagangan belakangan ini.

Sumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Refinitiv
Pola awan gelap (dark cloud cover) yang terbentuk pada perdagangan kemarin terbukti memberikan sinyal koreksi, meski tidak terlalu besar koreksinya karena perdagangan saham berlangsung dalam rentang sempit.

Secara sentimen terutama dari global yang cenderung negatif, ditambah pergerakan teknikal yang kembali berpotensi melemah, IHSG diperkirakan akan terkoreksi bersama dengan rupiah dikarenakan kenaikan harga minyak di tingkat global.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading