Trump Ingin Kesepakatan Dagang Sementara, Yuan Tetap Loyo

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 September 2019 18:21
Trump Ingin Kesepakatan Dagang Sementara, Yuan Tetap Loyo Foto: Ilustrasi Yuan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang yuan China masih saja melemah melawan rupiah pada perdagangan Jumat (13/9/19) padahal harapan akan adanya damai dagang Amerika Serikat (AS) dengan China sedang membuncah.

Yuan melemah 0,23% ke level Rp 1.970,80 di pasar spot, melansir data Refinitiv. Di awal perdagangan yuan bahkan sempat melemah ke Rp 1.963,28.

Harapan akan adanya damai dagang AS-China membuncah di pekan ini setelah setelah Pemerintah Tiongkok Rabu kemarin menghapus pengenaan bea masuk untuk importasi 734 produk AS di antaranya daging sapi, daging babi, kedelai, dan tembaga.

Presiden AS Donald Trump memuji langkah ini. Menurut Trump, Beijing sudah melakukan langkah besar.  

"Mereka (China) pernah membuat sejumlah kebijakan yang cukup baik. Saya rasa ini gestur yang baik. Namun yang sekarang adalah langkah besar," kata Trump, seperti diwartakan Reuters.

Terbaru pada Kamis (12/9/2019) waktu AS, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia ingin menandatangani perjanjian penuh dengan Beijing, namun dia membuka opsi untuk mencapai kesepakatan sementara.



"Bayak orang membicarakannya, saya melihat banyak analis mengatakan kesepakatan sementara - artinya kita akan mendahulukan yang mudah dulu. Tetapi tidak ada yang mudah atau sulit. Ada kesepakatan atau tidak ada kesepakatan. Tapi itu sesuatu (opsi) yang akan kita pertimbangkan, kurasa," ujar Trump seperti dikutip CNBC International.

Nampaknya harapan akan adanya damai dagang lebih berdampak positif bagi rupiah ketimbang yuan. Sepanjang bulan September yuan kini melemah 0,5% melawan rupiah, sejak awal tahun atau secara year-to-date melemah 5,72% dan tertahan di dekat level terlemah lebih dari dua tahun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading