Saham Emtek Amblas Lagi, Masih Kena Efek Bukalapak?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 September 2019 12:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham perusahaan media milik keluarga Sariatmadja, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) kembali terperosok dalam pada perdagangan sesi I, Rabu (11/9/2019) setelah kemarin juga jeblok di tengah kabar salah satu cucu usahanya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga ratusan karyawan.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan sesi I, saham EMTK minus 3,17% di level Rp 6.100/saham.

Memang masih lebih mendingan ketimbang kemarin yang anjlok hingga 15,97% ke level Rp 6.050/saham. Asing hari ini melego saham EMTK Rp 99,42 juta, berlanjut dari perdagangan kemarin dengan net sell asing Rp 196,66 juta.


Secara year to date atau tahun berjalan, asing keluar dari saham EMTK Rp 8,99 miliar di pasar reguler, dan sahamnya pun amblas 27%. Dalam 5 hari perdagangan terakhir, saham EMTK ini pun amblas 15,28%.


Kenaikan ini seakan menghempaskan sentimen positif beberapa pekan lalu ketika grup bisnis ini, bersama VIVA Group dan Mahaka Group menopang rumah produksi Bumilangit Studios yang memproduksi film jagoan asli Indonesia. Film pertama yang diproduksi yakni Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot yang laris manis di pasar.

Namun kabar PHK dari Bukalapak membawa sentimen negatif. Bukalapak merupakan salah satu cucu perusahaan yang dimiliki EMTK melalui anak perusahaannya, PT Kreatif Media Karya (KMK).

KMK merupakan pemegang saham utama Bukalapak dengan porsi kepemilikan mencapai 35,17%. Sedangkan, KMK dimiliki sepenuhnya oleh EMTK dengan porsi kepemilikan saham sebesar 99,99%.

Sumber CNBC Indonesia menyebutkan PHK tersebut dilakukan Bukalapak dengan alasan efisiensi.

"Ada ratusan yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda," sebut sumber CNBC Indonesia yang membisikkan kabar tersebut seperti ditulis Selasa (10/9/2019).

CNN Indonesia juga menuliskan karyawan di divisi marketing hingga customer service Bukalapak termasuk yang menjadi 'korban' dari dugaan efisiensi perusahnan.

Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono mengatakan Bukalapak perlu menata diri setelah tumbuh besar secara cepat dalam waktu singkat.

"Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu untuk menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa atau bisa kami sebut sebagai a grown up company," ujarnya kepada reporter CNBC Indonesia melalui layanan WhatsApp, Selasa (10/9/2019).


LANJUT HALAMAN 2: Bagaimana Kinerja EMTEK di Semester I?

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading