Bangun Transmisi 500 KV, Waskita Tambah Utang Rp 3,5 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 September 2019 18:50
Instrumen ini merupakan obligasi berkelanjutan IV Waskita Karya tahap I tahun 2019 dan sudah mendapat peringkat A minus dari Pefindo.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana menghimpun pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan instrumen obligasi korporasi senilai Rp 3,5 triliun. Instrumen ini merupakan obligasi berkelanjutan IV Waskita Karya tahap I tahun 2019 dan sudah mendapat peringkat A minus dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dalam prospektus yang dipublikasi di media massa hari ini, Jumat (6/9/2019) obligasi itu rencananya terbagi ke dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor 3 tahun dan seri B bertenor 3 tahun.

Hanya saja, belum disebutkan lebih lanjut mengenai tingkat bunga kupon untuk kedua seri obligasi Waskita yang rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 30 September 2019.

Sebagai perbandingan, berdasarkan data PHEI Yield Curve dari IBPA per 6 September 2019, untuk tenor 3 tahun, indikator kupon obligasi korporasi dengan rating A- sekitar 8,1%. Sedangkan, untuk tenor 5 tahun dengan rating sama besaran kuponnya di level 8,9%.


Rencananya, dana hasil penawaran umum akan dipakai untuk modal kerja baik untuk pekerjaan konstruksi bangunan sipil, gedung, keperluan pembangunan transmisi 500 KV Sumatera, serta Engineering, Procurement and Construction (EPC).

Adapun, masa penawaran awal obligasi Waskita Karya pada 6-16 September 2019. Penyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dijadwalkan 24 September 2019. Mada penawaran umum akan berlangsung pada 25 September 2019.

Dalam aksi korporasi ini, 6 penjamin pelaksana emisi ditunjuk Waskita, antara lain: PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading