Harga Emas Tinggi, SocGen Malah Stop Jadi Bandar, Ada Apa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
05 September 2019 19:43
Harga Emas Tinggi, SocGen Malah Stop Jadi Bandar, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat emas semakin berkilau, kabar kurang bagus justru datang dari London Metal Excange (LME), salah satu bursa berjangka (futures) komoditas logam terbesar di dunia. Societe Generale (SocGen), salah satu dari lima bandar (Market Maker) emas futures dikabarkan akan cabut dari LME.

Padahal, harga emas sedang menjadi primadona dengan harga yang melambung tinggi mencapai level tertinggi enam tahun. Sepanjang tahun ini atau secara year-to-date, harga logam mulia naik lebih dari 18%, menjadi salah satu aset yang memberikan keuntungan besar.

Pada Rabu (4/9/19) kemarin, emas mencapai level US$ 1.552/troy ons, rekor penutupan tertinggi di tahun ini. 



Melansir Reuters, rencana keluarnya SocGen sebagai Maket Maker di LME terjadi akibat anjloknya volume transaksi. Pada Agustus, volume kontrak futures emas di LME kurang dari 18.000 kontrak, menjadi yang rekor kontrak terendah sepanjang sejarah, dan delapan kali lebih rendah dari September 2017 ketika kontraknya mencapai rekor tertinggi.

Harga Emas Tinggi, SocGen Malah Stop Jadi Bandar, Ada Apa?Grafik: Perbandingan Volume Kontrak di COMEX dan LME 
Sumber: Refinitiv, CME, LME, Reuters

Berbeda dari LME, bursa futures dan option logam terbesar, COMEX, justru mengalami peningkatan signifikan menjadi 9 juta kontrak, naik dari bulan September 2017 sebesar 6,7 juta kontrak.

SocGen bersama empat bank lainnya, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Natixis ICBC Standart ber-partner dan meluncurkan kontrak emas berjangka sejak tahun 2017 bernama LMEprecious.


Reuters mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, "masih ada komitmen (SocGen di LME)", tetapi jika volume kontrak masih rendah, sumber tersebut mengatakan "kami akan mendiskusikan dan menetapkan langkah selanjutnya, apakah keluar (dari LME), restrukturisasi, atau yang lainnya."

Empat mitra lainnya dilaporkan oleh Reuters menolak memberikan pernyataan, begitu juga dengan SocGen.

Menanggapi pemberitaan keluarnya SocGen, LME mengeluarkan pernyataan "kami berkomitmen - dengan dukungan dari partisipan yang ada - untuk mengatasi tantangan saat ini dan untuk mencapai tujuan kami", melansir Reuters.

LME juga menambahkan telah memiliki beberapa Market Maker baru untuk klien, yang akan mendukung pengembangan LMEprecious.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading