Jejaring Bisnis Santini Group, dari Aki hingga Broker Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Santini Group yang dimiliki Keluarga Wanandi membeli saham klub sepak bola yang berbasis di Birkenhead, Merseyside, Inggris, yakniĀ TranmereĀ Rovers, yang berlaga di League One, dua tingkat di bawah Premier League atau kasta tertinggi Liga Inggris.
"Santini Group adalah grup bisnis yang dimiliki keluarga Indonesia yang sangat signifikan [bisnisnya]. Grup memiliki banyak investasi mulai dari produk otomotif, pengembangan real estate, layanan keuangan, dan infrastruktur," kata Mark palios, ChairmanĀ TranmereĀ Rovers, dalam pernyataannya di situs resmi perusahaan, dikutip Rabu (4/9/2019).
"[Grup itu] juga memiliki pabrik baterai otomotif di Brisbane, Australia. Grup ini dijalankan oleh tiga bersaudara,Ā Wandi,Ā Lukito dan Paulus Wanandi. KamiĀ telah menghabiskan waktu bersama mereka baik di WirralĀ [wilayah North West England] dan di Indonesia untuk saling memahami, tetapi yang paling penting, untuk memastikan bahwa investor mendapatkan pemahaman tentang klub," katanya lagi.
Hanya saja belum diungkapkan detail besaran dana yang disuntik SantiniĀ ke klub sepak bola yang didirikan sejak 1884 ini.
"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kami hari ini telah menyetujui kesepakatan untuk menerbitkan saham baru di klubĀ kepada investor eksternal, danĀ mereka akan memiliki saham minoritas di klub," katanya.
Lalu bagaimana jejaring bisnis SantiniĀ Group yang akhirnya ekspansi ke luar negeri?
Foto: Arys Aditya |
Dalam situs resmi perusahaan, disebutkan SantiniĀ GroupĀ adalah perwujudan dari Gemala Group, sebuah perusahaan induk dari keluarga Indonesia yang sukses mengembangkan berbagai manajemen bisnis.
Grup bisnis ini dimulai pada 1974 ketika SofjanĀ Wanandi, pendiri, bergabung dalam pendirian Pakarti Yoga Group yang merupakan sebuah grup perusahaan perdagangan dan industri.
Pada 1980, Sofjan memimpin anggota keluarga Wanandi untuk memasuki industri komponen otomotif. Dengan didirikannya PT Sapta Panji Manggala pada 1984, Sofjan menyatukan anggota keluarganya dalam bisnis, membentuk Gemala Group.
Group tersebut kemudian merambah ke bidang farmasi dan kimia dengan tetap menjejakkan Indonesia sebagai ruang lingkup bisnis, hingga adik termudanya meraih kesempatan untuk berekspansi ke tingkat Internasional pada 1987.
Seiring dengan perusahaan yang terus berkembang, generasi kedua dari keluarga Wanandi mulai menjalankan unit bisnis orangtuanya.
Akhirnya Sofjan Wanandi dan anaknya membentuk Santini Group pada 1994. Sejak itu SofjanĀ yang juga mantan aktivis mahasiswa ini mulai fokus pada perannya sebagai Ketua DPUN (Dewan Pengembangan Usaha Nasional) di tahun 1999, SofjanĀ kemudian menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada anak-anaknya.
Sofjan Wanandi saat ini menjabat posisi sebagai Ketua Dewan Penasihat APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Ketua Tim Penasihat Wakil Presiden Republik Indonesia.
Di otomotif, beberapa perusahaan yakni PT SantiniluwansaĀ Lestari,Ā PTĀ Santinilestari Graha Aksimeka,Ā PTĀ Santinilestari Jabar Sentosa, PTĀ Santinilestari Graha Sentosa, PTĀ Santinilestari Graha Surya Sentosa, PTĀ Santinilestari Graha Dewata, PTĀ Santinilestari Wijaya Sakti, dan beberapa lainnya termasuk PT Minerva Motor Indonesia (sepeda motor Minerva).
Di bisnis manufaktur suku cadang otomotif ada PT TrimitraĀ Baterai Prakasa, PT Gemala Kempa Daya, PT Inti Ganda Perdana, dan PTĀ Asano Gear Indonesia.
Di infrastruktur ada PTĀ Mandara Prima Nusantara (tambang bauksit di KalimantanĀ Barat) dan PT Energi Manyar Sejahtera (pembangkit listrik).
Di properti ada PT SantiniluwansaĀ Properti Indonesia (pengelola LuwansaĀ Hotel Group, JS Luwansa), PT Dharma Karya Perdana, PTĀ Pawatanesia Persada (pemilik gedung), PTĀ Purimas Straits Resort, dan PT PulomasĀ Gemala MisoriĀ (pengembang apartemen).
Di bisnis lainnya ada The Jakarta Post (media berbahasa Inggris), PT NomuraĀ Indonesia (jasa keuangan), PT SantiniĀ Mitra Amanah (perkebunan anggrek), dan PT SantiniĀ Energi Indonesia (energi terbaruka).
Khusus di pasar modal, belum ada tercatat anak usaha grup ini melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya ada perusahaan sekuritas yang juga ikut masuk menjadi jejaring bisnis SantiniĀ yakniĀ PT Nomura Sekuritas Indonesia. Namun menurut BEI, NomuraĀ akan mengurangi bisnis saham dan fokus pada investment banking.
Profil Anggota Bursa di BEI mencatat, saham perusahaan sekuritas ini dipegang mayoritas oleh Nomura Asia Pacific Holdings Co Ltd 80,8% yang berbasis di Jepang, sisanya dimiliki oleh Nomura International (Hong Kong) 11,4%, Nomura Holdings Inc 4,2%, PT Jan Darmadi Investindo 3%, dan PT Santini Lestari Lokaprima 0,6% (SantiniĀ Group).
Nomura Sekuritas Indonesia memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek (underwriter) dan perantara perdagangan efek (brokerage) atau broker saham.
source on Google
Foto: Arys Aditya