Melesat 17%, Saham APLN Dipompa Proyek Ibu Kota Baru?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
03 September 2019 10:23
Investor tampaknya mulai menghitung keberadaan proyek perseroan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten properti PT Agung Podomoro Tbk. (APLN) melesat di awal perdagangan hari ini, Selasa (3/9/2019). Investor tampaknya mulai menghitung keberadaan proyek perseroan di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dekat dengan Ibu Kota Indonesia yang baru.
Satu jam perdagangan saham dimulai di Bursa Efek Indonesia, harga saham Agung Podomoro melesat 17,02% ke level harga Rp 220/saham. Volume perdagangan tercatat mencapai 186,23 juta unit senilai Rp 39,75 miliar.

Secara fundamental perseroan sebenarnya sedang mengalami kesulitan likuiditas. Ini membuat rating atau peringkat perusahaan diturunkan menjadi CCC- dari sebelumnya B- oleh Fitch Ratings.
Menurut Fitch, penurunan peringkat mencerminkan risiko refinancing dan risiko likuiditas yang meningkat.

Kenaikan risiko ini seiring dengan penundaan rencana perusahaan mencari pendanaan pada Mei 2019 yang akan digunakan untuk mendanai kembali obligasi domestik jangka pendek dan melunasi kredit sindikasi Rp 1,17 triliun.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga ikut menurunkan peringkat Agung Podomoro menjadi BBB dengan outlook credit watch dengan implikasi negatif.


Penurunan ini disebabkan karena kondisi likuiditas perusahaan yang terbatas untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) utang yang akan jatuh tempo 12 bulan ke depan.
Namun APLN mendapat sentimen positif. Sehari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi baru Ibu Kota Negara, APLN secara mengejutkan menampilkan iklan sebuah superblock properti milik mereka di Balikpapan, Kalimantan Timur dan iklan tersebut menjadi viral.
Proyek apartemen ini bernama Borneo Bay, di bawah pengelolaan Agung Podomoro Land. Proyek yang salah satunya harga unit apartemennya mencapai Rp 700 jutaan per unit ini pun mendapat sentimen positif.

Sebetulnya banyak yang mengira proyek Borneo Bay adalah proyek gres yang membidik pindahnya Ibu Kota baru di Kaltim. Namun sebetulnya Borneo Bay bukanlah aktivitas baru bagi APLN, proyek ini sempat dimulai pada 2013.

Direktur APLN Agung Wirajaya mengatakan pemindahan Ibu Kota RI merupakan berkah.

"Ini berkah buat kami. Rencana pemindahan Ibu Kota ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara yang relatif berdekatan dengan lokasi Borneo Bay City ternyata makin meningkatkan minat masyarakat terhadap properti kami di sini," ujar Agung dalam siaran pers yang disampaikan pekan laku.
Agung menambahkan, rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan tidak hanya memberikan dampak positif bagi para pelaku di sektor properti, tapi juga efek lainnya.

"Multiplier effect dari rencana strategis pemerintah ini akan berdampak positif kepada banyak hal. Terutama untuk mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia," jelas Agung lagi.


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading