BNI Sebut Duniatex Mulai Seret Bayar Cicilan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 August 2019 19:02
BNI Sebut Duniatex Mulai Seret Bayar Cicilan
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyebutkan pembayaran cicilan pinjaman dari Duniatex Group kembali tersendat di bulan Agustus ini, sehingga membuat perusahaan terpaksa menaikkan tingkat kolektabilitas perusahaan ini menjadi level 2 (call 2).

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan besaran pinjaman yang diberikan bank kepada perusahaan tekstil yang berbasis di Solo ini mencapai Rp 500 miliar, jauh lebih kecil dibanding dengan pinjaman dari bank-bank lainnya.

"Duniatex ini sampai Juni kemarin sih bayar. Tapi kemudian di Agustus masukkan ke call 2. Eksposurnya Rp 500 miliar, ga gede," kata Bob di Menara BNI, Jumat (30/8/2019).

Sebagai informasi, kesuliyan keuangan Duniatex Group ini muncul setelah adanya dugaan gagal bayar Duniatex karena menunda pembayaran kewajiban bunga atas obligasi senilai US$ 260 juta milik anak usahanya, yakni PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST).


Selain itu, penyelesaian kontrak berjangka berbasis dolar AS yang dimiliki perusahaan juga membuat alur kas keluar semakin tipis, di mana ini juga berkontribusi untuk membatasi kemampuan perusahaan membayar kewajiban utang dalam 3 bulan ke depan.

Kemarin, Kamis (29/8/2019) lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings, kembali menurunkan peringkat utang PT Delta Merlin Dunia Textile atau DMDT, anak usaha Grup Duniatex, ke 'CC' dari sebelumnya 'CCC'. Surat utang global senior perusahaan juga diberikan peringkat yang sama.

Pemangkasan peringkat ini melanjutkan langkah Fitch pada 24 Juli 2019 yang menurunkan peringkat utang Duniatex sebanyak 3 level dari 'B-' ke 'CCC-'.

Fitch menyatakan penurunan peringkat kali ini mencerminkan masalah likuiditas perusahaan yang sangat tinggi dan berpotensi gagal bayar (default). Pasalnya, besar kemungkinan Duniatex tidak akan mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang perusahaan dan penyelesaian kontrak berjangka yang akan jatuh tempo pada kuartal ketiga tahun ini. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading