Duh! Marketing Sales Naik, Tapi LPKR Malah Rugi Rp 1,46 T

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
30 August 2019 12:09
Duh! Marketing Sales Naik, Tapi LPKR Malah Rugi Rp 1,46 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) semester I-2019 kurang memuaskan, meskipun berhasil membukukan pertumbuhan marketing sales hingga 84% secara tahunan pada paruh pertama tahun ini, tapi bottom line perseroan tercatat merugi.

Melansir siaran pers perusahaan pada 30 Agustus 2019, perolehan marketing sales pada semester I-2019 mencapai Rp 835 miliar dari sebelumnya hanya Rp 453 miliar di semester I-2018.

Akan tetapi, total pendapatan perusahaan tercatat bergerak stagnan dengan koreksi tipis 0,6% year-on-year (YoY) ke level Rp 5,3 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 5,34 triliun.

Manajemen perusahaan, menyampaikan jika transaksi satu kali atas penjualan tanah (one gain off) sebesar Rp 450 miliar pada paruh pertama 2018 dikecualikan, sejatinya pendapatan LPKR hingga Juni 2019 dapat tercatat naik sebesar 8,5% YoY.


Jika ditelusuri lebih dalam, anjloknya pendapatan dari segmen pembangunan (development) adalah faktor utama yang menekan kinerja top line perusahaan.

Pendapatan proyek development properti turun 37,7% YoY menjadi Rp 991 miliar, dari Rp 1,59 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) berhasil tumbuh dua digit, yakni 15,1% secara tahunan menjadi Rp 4,31 triliun dari Rp 3,75 triliun di semester I-2018.

Pendapatan berulang terbesar berasal dari segmen bisnis kesehatan perusahaan, yaitu PT Siloam Hospital Tbk (SILO) yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 18,5% secara tahunan menjadi Rp 3,38 triliun.

Sayangnya, seiring dengan kenaikan beban usaha di bisnis kesehatan atas pembukaan tiga rumah sakit baru, serta kerugian dari transaksi satu kali (one off), LPKR harus pasrah mencatatkan rapor merah dengan membukukan rugi bersih hingga Rp 1,46 triliun.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih berhasil mengantongi keuntungan hingga Rp 486 miliar.

Manajemen perusahaan mencatat, pada kuartal sebelumnya total rugi bersih dari transaksi satu kali (one-off) mencapai Rp 882 miliar yang jika dirinci berasal dari penalti, pembengkakan biaya, dan hal-hal terkait lainnya yang disebabkan oleh keterlambatan penyelesaian proyek.

Di lain pihak, sebagai dampak dari penyelesaian proses Penawaran Umum Terbatas (PUT), jumlah saldo kas LPKR hingga akhir Juni 2019 naik menjadi Rp 4,6 triliun, dari sebelumnya hanya Rp 1,8 triliun pada akhir tahun 2018.

Sedangkan total utang perusahaan turun menjadi Rp 13,5 triliun di semester I-2019, dari Rp 14,9 triliun di semester I-2018.

Sebagai informasi tambahan, PUT yang baru saja rampung pada pertengahan Juli 2019 telah berhasil menghimpun dana sebesar US$ 787,5 juta atau sekitar Rp 11,2 triliun. Dari aksi korporasi tersebut perusahaan telah mendapatkan pemegang saham baru dengan kepemilikan sebesar 20,3%.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan pemegang saham baru ini datang dari beberapa institusi global, termasuk George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners dan lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading