Saham Kapitalisasi Rp 100 T

Harga Saham Meroket, Market Cap TPIA Lewati GGRM & BBNI

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
26 August 2019 19:10
Harga Saham Meroket, Market Cap TPIA Lewati GGRM & BBNI
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang naik hingga 8,39% dalam sepekan lalu mendorong kapitalisasi pasar (market cap) emiten petrokimia ini naik menjadi Rp 149,8 triliun.

Angka tersebut menyalip market cap milik PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang sebesar Rp 147,14 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 142,2 triliun berdasarkan data kapitalisasi pasar Jumat pekan lalu (23/8/2019).

Adapun untuk posisi pertama masih kokoh ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi Rp 739,03 triliun. Untuk posisi kedua masih setia ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai kapitalisasi Rp 503,25 triliun.


Mengacu data perdagangan Senin ini (26/8/2019), saham TPIA naik lagi 0,30% di level Rp 8.425/saham sehingga membuat kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 150,25 triliun. Kapitalisasi GGRM turun menjadi Rp 143,34 triliun dan kapitalisasi BBNI juga turun menjadi Rp 139,86 triliun seiring dengan penurunan harga saham hari ini.

Kenaikan nilai kapitalisasi emiten berarti kontribusi terhadap pergerakan kepada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin besar, dikarenakan bobotnya secara persentase akan naik. Angka market cap berasal dari nilai harga saham dikalikan dengan jumlah saham beredar milik emiten di pasar.

Berikut daftar lengkap saham-saham yang memiliki market cap jumbo di atas Rp 100 triliun, sekaligus pemilik kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengacu pada data kapitalisasi pasar Jumat pekan lalu:




Sepanjang minggu lalu, IHSG cenderung tertekan dengan melemah 0,49% secara akumulatif, ditutup pada level 6.255. Penurunan tersebut membuat kapitalisasi IHSG hilang sebesar Rp 34,9 triliun menjadi Rp 7.176 triliun.

Adapun transaksi bursa sepekan kemarin mencapai Rp 38,2 triliun, dengan rata-rata transaksi mengalami penurunan sebesar 5,8% menjadi Rp7,61 triliun per hari pada pekan ini dari Rp 8,08 triliun per hari pada penutupan sebelumnya.

Dari total tersebut, investor asing melakukan aksi jual bersih (nett sell) sebesar Rp 1,28 triliun di pasar reguler dan Rp 1,65 triliun di seluruh jenis pasar. Keluarnya asing tersebut tidak luput dari minimnya katalis positif yang membuat asing untuk kembali masuk ke pasar saham dalam negeri.

Sementara faktor yang meringankan tekanan IHSG minggu lalu berasal diturunkannya suku bunga acuan BI 7 Day RR sebanyak 25 basis poin (bps) oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 5,5%. Oleh karena itu IHSG mampu ditutup menguat 0,26%, pada hari Jumat (23/08/2019).

Pada sore ini, IHSG ditutup masih minus 0,66% di level 6.214,51 dengan kapitalisasi pasar Rp 7.150,55 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading