Global Lesu, OJK Optimistis Penerbitan Efek Tembus Rp 180 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 August 2019 19:14
Global Lesu, OJK Optimistis Penerbitan Efek Tembus Rp 180 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai aktivitas penggalangan dana di pasar modal akan kembali ramai di semester kedua tahun ini, terutama dalam penerbitan obligasi korporasi.

Salah satunya disebabkan karena tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reserve Repo Rate yang sudah diturunkan dua kali oleh Bank Indonesia (BI) pada 18 Juli dan 22 Agustus lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan target penggalangan dana di tahun ini masih sesuai dengan target di awal tahun senilai Rp 180 triliun.


Masih belum ada revisi penurunan target fund rising tersebut, meski kondisi global saat ini masih bergejolak.


"Komponen fund rising kami berharap melalui surat utang meningkat karena tadi sudah disampaikan kompetisi industri bank dan pasar modal khususnya dari sisi surat utang pengusaha akan cari yang murah, sehingga dengan tingkat bunga akan mendorong penawaran obligasi dan insentif pajak itu beda dengan obligasi pemerintah," kata Hoesen dalam acara Capital Market Summit and Expo di JCC, Jumat (23/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menambahkan saat ini target jumlah pencatatan efek baru di bursa juga masih sesuai dengan target semula, yakni 75 efek. Terdiri dari efek saham (saham perdana atau IPO), obligasi dan surat utang lainnya, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan exchange-traded fund (ETF).

"Masih dalam target sebelumnya 75 termasuk saham dan DINFRA [dana investasi infrastruktur], DIRE [dana investasi real estate] dan ETF. Pas hari ini listed 32 [emiten baru] di mana total dengan DINFRA 1, DIRE 2, ETF 5. Totalnya sudah 40 efek, kalau dilihat sampai Agustus kita optimistis sampai akhir tahun," kata Inarno.

Hingga Agustus ini, OJK mencatat total penggalangan dana di pasar modal mencapai Rp 112,4 triliun, terdiri dari 104 penawaran umum, dengan 29 di antaranya merupakan emiten baru saham.

Simak aturan distribusi saham IPO.

[Gambas:Video CNBC] (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading