Penjualan Turun, Peritel Mulai Rasakan Ekonomi Lesu

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 August 2019 15:19
Penjualan Turun, Peritel Mulai Rasakan Ekonomi Lesu
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten ritel menghadapi tantangan melemahnya daya beli masyarakat dan tren penjualan secara online. Indikasi tersebut tampak dari penurunan penjualan peritel fashion seperti PT Ramayan Lestari Santosa Tbk (RALS).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan semester I-2019 yang dipublikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Ramayana membukukan pendapatan dari pos penjualan barang beli putus Rp 2,86 triliun, turun 1,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 2,91 triliun.

Total penjualan pada 6 bulan pertama 2019 turun tipis 0,29% menjadi Rp 3,49 triliun dari periode sebelumnya Rp 3,50 triliun.



Sekretaris Perusahaan Ramayana, Setyadi Surya mengakui, gerai department store yang dikelola perseroan sebanyak 117 unit, rata-rata hanya tumbuh di kisaran 2,7% pada Juni 2019, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,05% pada triwulan kedua tahun ini.

Kondisi ini menyebabkan pendapatan pada semester pertama tahun ini melambat dibanding tahun lalu. Apalagi, segmen supermarket malah mencatatkan kinerja negatif 3,5%. Menyikapi hal itu, perseroan menerapkan strategi memangkas gerai supermarket karena tidak produktif lagi dan menerapkan efisiensi biaya.


"Secara berkesinambungan mencari alternatif barang yang lebih murah menanggapi melemahnya daya beli," kata manajemen Ramayana, dalam materi paparan publik yang disampaikan, Selasa (20/8/2019) di Bursa Efek Indonesia.

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan berpendapat, emiten ritel menghadapi tekanan berat di semester pertama karena berlangsungnya perhelatan politik. Kondisi ini menyebabkan peritel cenderung menahan diri untuk melakukan ekspansi gerai, bahkan tidak sedikit yang menutup gerai karena mengalami kerugian.

"Hadirnya platform e-commerce dan perubahan perilaku konsumen juga berdampak bagi emiten sektor ritel," ungkap Alfred, kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, semester kedua memberi harapan seiring bagi peritel seiring dengan kembali membaiknya daya beli masyarakat. Hal ini, ditambah lahi dengan situasi pasar yang sudah mulai kondusif usai berakhirnya perhelatan politik, sehingga bisa mengakselerasi pertumbuhan emiten ritel.

"Situasi pasar sudah kondusif akan menambah pengaruh ke belanja masyarakat," jelasnya. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading