Rilis Risalah Rapat The Fed Buat Grogi, Bursa Asia Melemah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
21 August 2019 09:18
Rilis Risalah Rapat The Fed Buat Grogi, Bursa Asia Melemah
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona merah pada perdagangan hari ini. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei melemah 0,46%, indeks Shanghai turun tipis 0,02%, indeks Hang Seng terpeleset 0,1%, dan indeks Straits Times terkontraksi 0,43%.

Aksi ambil untung kembali menerpa bursa saham Benua Kuning. Maklum, penguatan yang dibukukan oleh bursa saham Asia dalam beberapa waktu terakhir sudah sangat lumayan sehingga mendorong investor untuk merealisasikan keuntungan yang mereka raup.

Indeks Shanghai dan Hang Seng misalnya, tercatat selalu mencetak apresiasi dalam periode 14-19 Agustus. Penguatan indeks Shanghai dalam periode tersebut adalah sebesar 3,07%, sementara apresiasi yang dibukukan indeks Hang Seng mencapai 4%.


Sejatinya, ada sentimen positif yang menyelimuti perdagangan di bursa saham Asia. Pada hari Senin (19/8/2019) waktu setempat, AS mengumumkan perpanjangan atas izin sementara yang diberikan kepada Huawei untuk membeli beberapa komponen dari produsen asal AS. Perpanjangan tersebut diberikan selama 90 hari.

Seperti yang diketahui, pada bulan Mei Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional di sektor teknologi melalui sebuah perintah eksekutif. Dengan aturan itu, Menteri Perdagangan Wilbur Ross menjadi memiliki wewenang untuk memblokir transaksi dalam bidang teknologi informasi atau komunikasi yang menimbulkan risiko bagi keamanan nasional AS.

Bersamaan kebijakan ini, Huawei Technologies dan 70 entitas terafiliasi dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dilarang membeli perangkat dan komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Tak lama berselang, pemerintah AS memberikan kelonggaran bagi Huawei untuk membeli beberapa komponen asal AS, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk meminimalisir dampak yang dirasakan konsumen AS.

Kini, AS kembali melunak dengan memperpanjang kelonggaran yang mereka berikan kepada Huawei. Padahal pada akhir pekan, Trump memberi sinyal bahwa pelonggaran kepada Huawei tak akan diperpanjang.

Di sisi lain, selain karena aksi ambil untung, tekanan jual bagi bursa saham Asia juga dipicu oleh kekhawatiran menjelang rilis risalah dari pertemuan The Federal Reserve (The Fed) edisi Juli 2019.

Ada kekhawatiran bahwa pernyataan bernada hawkish akan didapati di dalam risalah tersebut, menyusul komentar hawkish dari Jerome Powell selaku Gubernur The Fed pasca mengumumkan pemangkasan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada bulan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading