Kesepakatan Dagang Segera Diteken, Bursa Asia Kompak Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
10 January 2020 09:05
Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak bergerak di zona hijau pada perdagangan terakhir di pekan ini, Jumat (10/1/2020).
Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak bergerak di zona hijau pada perdagangan terakhir di pekan ini, Jumat (10/1/2020).

Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei terapresiasi 0,21%, indeks Shanghai menguat 0,05%, indeks Hang Seng naik 0,09%, indeks Straits Times terkerek 0,06%, dan indeks Kospi bertambah 0,58%.

Aura damai dagang AS-China yang kian terasa menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Kemarin (9/1/2019), China mengumumkan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan berkunjung ke Washington pada pekan depan untuk meneken kesepakatan dagang tahap satu.


"Karena undangan dari AS, Liu He akan memimpin delegasi ke Washington dari tanggal 13 hingga 15 Januari untuk menandatangani perjanjian fase I," kata Menteri Pertanian China Gao Feng, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (9/1/2020).

Sebelumnya, tanda-tanda bahwa kesepakatan dagang tahap satu akan bisa diteken pada pekan depan sudah sempat terasa. Melansir Global Times, AS dan China berada di jalur yang tepat untuk meneken kesepakatan dagang tahap satu.

Menurut para sumber dan analis yang diwawancarai oleh Global Times, seremoni penandatanganan kesepakatan dagang kedua negara bisa diselenggarakan pada pekan depan.

Sebagai informasi, Global Times merupakan media yang dimiliki dan dijalankan oleh Partai Komunis sehingga informasi yang diberikan terkait perkembangan perang dagang AS-China memang biasanya akurat.

Seperti yang diketahui, belum lama ini AS dan China mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mencapai kesepakatan dagang tahap satu.

Dengan adanya kesepakatan dagang tahap satu tersebut, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk impor asal China pada tanggal 15 Desember. Untuk diketahui, nilai produk impor asal China yang akan terdampak oleh kebijakan ini sejatinya mencapai US$ 160 miliar.

Tak sampai di situ, Trump mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15% terhadap produk impor asal China senilai US$ 120 miliar nantinya akan dipangkas menjadi 7,5% saja sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu. Di sisi lain, China membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk balasan yang disiapkan guna membalas bea masuk dari AS pada tanggal 15 Desember.

Masih sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu, China akan meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS secara signifikan. Trump menyebut bahwa China akan segera memulai pembelian produk agrikultur asal AS yang jika ditotal akan mencapai US$ 50 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading