Dibuai Tingginya Permintaan, Harga CPO Naik Lagi

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
16 August 2019 10:58
Dibuai Tingginya Permintaan, Harga CPO Naik Lagi Foto: Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat anjlok 2%, harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) berbalik arah menguat seiring dengan ekspektasi naiknya permintaan komoditas perkebunan andalan Indonesia ini.

Pada perdagangan hari Jumat (16/8/2019) pukul 10:30 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMDEX) melesat 1,93% ke level MYR 2.216/ton.

Di sesi perdagangan hari sebelumnya (15/8/2019), harga CPO yang sama ditutup anjlok 2,03%.


Harga CPO hari ini kembali didorong oleh harapan peningkatan permintaan dalam waktu dekat.





Berdasarkan pantauan tiga surveyor kargo, volume ekspor minyak sawit dari Malaysia pada periode 1-15 Agustus naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

AmSpec Agri Malaysia mengatakan ekspor naik 16,6%. Intertek Testing Services (ITS) mencatat kenaikan ekspor sebesar 11,2%. Sementara Societe Generale de Surveillance (SGS) mengatakan bahwa ekspor meningkat 14,3%.


Data-data tersebut nantinya akan dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah Malaysia. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) akan mengumumkan data ekspor bulan Agustus pada 10 September.

Peningkatan ekspor minyak sawit erat kaitannya degan perayaan Diwali yang akan berlangsung pada bulan Oktober.

India merupakan salah satu negara yang biasanya akan melakukan impor minyak sawit besar-besaran menjelang perayaan Diwali. Maklum, pada masa Diwali, konsumsi masyarakat India biasanya meningkat cukup tajam.

Sebagai informasi, Diwali di India mirip-mirip dengan Idul Fitri yang berlangsung di Indonesia.

India juga masih menjadi negara importir minyak sawit terbesar di dunia. Kala impor dari India meningkat, maka keseimbangan fundamental di pasar minyak nabati global akan terpengaruh secara signifikan.

Selain itu, peningkatan ekspor dari Malaysia juga bisa menguras kelebihan stok yang terjadi pada tahun 2018.

Per akhir tahun 2018, stok minyak sawit Malaysia telah mencapai 3,21 juta ton dan merupakan yang tertinggi dalam 19 tahun terakhir. Sementara pada bulan Juli 2019, stok telah berkurang menjadi 2,39 juta ton.

Jika pada Agustus stok kembali berkurang, maka keseimbangan fundamental bisa semakin baik. Harga CPO juga bisa terus menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading