Kemarin Pesta Pora, Hari Ini Wall Street Rehat Dulu

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
14 August 2019 18:09
Kemarin Pesta Pora, Hari Ini Wall Street Rehat Dulu
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Wall Street AS diprediksi akan dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (14/8/2019) seiring dengan potensi tekanan aksi ambil untung alias profit taking.

Hingga pukul 18:00 WIB, kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan penurunan sebesar 174 poin pada saat pembukaan perdagangan malam hari ini, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan turun masing-masing sebesar 20 dan 67 poin.

Pelaku pasar memilih untuk merealisasikan keuntungan yang sudah diraup pada perdagangan kemarin (13/8/2019). Maklum, Wall Street sudah membukukan penguatan yang begitu signifikan pada perdagangan kemarin: indeks Dow Jones melesat 1,44%, indeks S&P 500 menguat 1,48%, dan indeks Nasdaq Composite melejit 1,95%.



Selasa kemarin, hasrat pelaku pasar untuk memburu instrumen berisiko seperti saham membuncah pascamendengar kabar bahwa perang dagang AS-China agak mendingin.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan "kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya", dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Seperti yang diketahui, pada awal bulan ini Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang.

Kebijakan ini sejatinya akan mulai berlaku pada tanggal 1 September, sebelum kemudian AS merubah keputusannya. Trump kala itu juga menyebut bahwa bea masuk baru tersebut bisa dinaikkan hingga menjadi di atas 25%.

"AS akan mulai, pada tanggal 1 September, mengenakan bea masuk tambahan dengan besaran yang kecil yakni 10% terhadap sisa produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang masuk ke negara kita," cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump pada awal bulan ini.

Selain karena merealisasikan keuntungan yang sudah diraup kemarin, pada hari ini pelaku pasar memasang mode defensif lantaran pihak China belum merespons itikat baik yang ditunjukkan oleh AS.

Sebagai informasi, AS berencana untuk menggelar negosiasi dagang dengan China di Washington pada awal bulan September. Namun hingga kini, belum jelas apakah pertemuan keduanya akan terealisasi.

Pada hari ini, tidak ada pejabat bank sentral AS, Federal Reserve yang dijadwalkan untuk berbicara.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading