BIGTV Milik Grup Lippo Masuk PKPU, Terancam Pailit?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 August 2019 12:07
BIGTV Milik Grup Lippo Masuk PKPU, Terancam Pailit? Foto: Twitter BIGTV
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar kurang sedap kembali menimpa bisnis media Grup Lippo. Kali ini PT Indonesia Media Televisi (IMTV) yang mengoperasikan layanan BIGTV, digugat permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh Advanced Digital Broadcasting SA (ADB Group). 

Entitas ini terafiliasi dengan PT Link Net Tbk (LINK) yang mengoperasikan televisi berbayar First Media.

Data sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terungkap bahwa Advance Digital Broadcasting (ADB) asal Swiss sebagai Pemohon mengajukan permohonan PKPU atas Termohon IMTV.

Nomor perkaranya yakni 166/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN Niaga Jkt.Pst dengan tanggal surat Jumat 2 Agustus 2019.


Sidang pertama dijadwalkan pada Senin 12 Agustus lalu setelah sebelumnya pada Senin 5 Agustus sudah dilakukan penunjukkan panitera pengganti, penunjukkan jurusita dan penetapan hari sidang pertama.

"Mengabulkan permohonan PPKPU yang diajukan oleh Pemohon PKPU [ADB]," tulis informasi PN Jakarta Pusat, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (14/8/2019).

"Memberikan PKPU Sementara selama 45 hari terhadap Termohon PKPU/PT Indonesia Media Televisi," tulis informasi itu.

Dalam pengumuman itu juga disebutkan PN Jakarta Pusat menunjuk dan mengangkat Hakim Niaga pada PN Jakarta Pusat sebagai Hakim Pengawas, mengangkat Abraham Devrian, Ade Bungsu Setiarini, sebagai kurator dan pengurus dalam proses PKPU Termohon dan selanjutnya berkenan diangkat sebagai kurator apabila perkara ini masuk dalam proses kepailitan.


Hingga saat ini pihak Link Net belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Marlo Budiman, CEO dan Presiden Direktur Link Net belum merespons pertanyaan dari CNBC Indonesia.

BIGTV adalah penyedia layanan TV satelit berbayar Grup Lippo, menyediakan 132 saluran standard definition (SD) dan 16 saluran high definition (HD) yang pertama kali dirilis pada 2013.

Dalam siaran pers ADB Global yang dikutip Marketscreener, 16 September 2013, terekam kerja sama antara ADB dan BigTV. Perusahaan berbasis di Swiss yang pemasok solusi canggih untuk layanan televisi berbayar itu mengumumkan kerja sama dengan IMTV. Kemitraan ini akan memanfaatkan perangkat lunak dan layanan ADB untuk mendukung layanan BIGTV.

BIGTV, dalam keterangan tersebut, diklaim akan menjangkau layanan bagi seluruh penduduk Indonesia yakni lebih dari 230 juta orang.
"Kami bertujuan untuk mengamankan jutaan pelanggan dalam lima tahun," kata CEO BIGTV saat itu, yang dijabat Felix Ali Chendra, dikutip dari Marketscreener.

"Untuk memberikan layanan hiburan premium di negara ini dan untuk melayani pasar yang besar ini, kami memilih perangkat lunak dan pengalaman pengguna ADB. Dengan kerja sama ini ADB akan menjadikan BIGTV pemimpin di Asia untuk teknologi DTH dengan kemampuan interaktif di STB," katanya lagi.

Peter Balchin, CEO ADB kala itu, menegaskan strategi dan investasi teknologi TV digital IMTV akan menjadikan BIGTV sebagai pemain utama di Asia Tenggara.

"Ada peluang pasar yang sangat besar di Indonesia dengan data dari Media Partners Asia pada 2012 yang menunjukkan bahwa hanya 4,6 persen dari potensi 40 juta rumah tangga di Indonesia saat ini memiliki layanan TV-berbayar," kata Peter.

Dalam laporan keuangan triwulan I-2019 PT Multipolar Tbk (MLPL) juga disebutkan bahwa IMTV atau BIGTV adalah entitas asosiasi dari Multipolar, bersama dengan PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF).

Sementara di laporan keuangan PT First Media Tbk (KBLV), juga dinyatakan bahwa IMTV adalah perusahaan terafiliasi karena di bawah kesamaan pengendalian (affiliate, common) bersama dengan PT Bank Nationalnobu Tbk dan PT Koran Media Investor Indonesia, serta Link Net.

Laporan keuangan Link Net per Juni 2019 juga menunjukkan, bahwa perseroan memiliki saham IMTV kurang dari 20%.

"Meskipun perusahaan memiliki kurang dari 20% saham IMTV, perusahaan memiliki pengaruh signifikan melalui hak penunjukkan satu direktur pada Dewan Direksi dan satu komisaris pada Dewan Komisaris IMTV. IMTV berdomisili di Jakarta dan mulai beroperasi secara komersial pada November 2013," tulis laporan keuangan Link Net.

Simak Link Net targetkan laba Rp 1,1 triliun di 2019.


[Gambas:Video CNBC]
(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading