Hary Tanoe-Trump Garap Proyek Rp 23T, KAEF Rights Issue

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 August 2019 07:30
Hary Tanoe-Trump Garap Proyek Rp 23T, KAEF Rights Issue
Jakarta, CNBC Indonesia -Mengawali perdagangan Selasa (13/8/2019) dengan penguatan tipis sebesar 0,01% ke level 6.251,31, dalam sekejap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berbalik arah ke zona merah. Selepas itu, tak pernah lagi IHSG merasakan manisnya zona hijau. Per akhir sesi dua, indeks saham acuan di Indonesia tersebut melemah 0,63% ke level 6.210,96.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga diterpa aksi jual: indeks Nikkei ambruk 1,11%, indeks Shanghai jatuh 0,63%, indeks Hang Seng anjlok 2,1%, indeks Straits Times terkoreksi 0,98%, dan indeks Kospi terpangkas 0,85%.


Terdapat sejumlah aksi yang dilakukan emiten pada perdagangan kemarin yang layak disimak sebelum pembukaan perdagangan pagi ini.


1. Gandeng Trump Jr, Hary Tanoe Garap Proyek Properti Rp 23 T


Tujuan pertemuan putra sulung Presiden Amerika Serikat, Donald John Trump Junior dengan bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo akhirnya terjawab. Keduanya sepakat bekerjasama menggarap bisnis properti mewah di Lido, Bogor dan Bali dengan investasi tembus US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

2. Perbesar Porsi Saham Publik, Kimia Farma Terbitkan Saham Baru


Emiten farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana menambah modal melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang ditawarkan perseroan sebanyak 1,57 miliar unit saham setara 22,14% saham yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.


3. Waduh! Pelanggan Data Telkomsel Susut 17% Jadi 111,2 Juta

Manajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom mengungkapkan, jumlah pelanggan layanan data di jaringan Telkomsel, anak usaha perseroan, turun 17,4% menjadi 111,2 juta pelanggan pada semester I-2019 dari semester I-2018 yakni 134,7 juta pelanggan.

4. Mantap! Didukung BRI, Sebanyak 1,1 Juta UMKM Naik Kelas

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia agar naik kelas melalui berbagai program pembiayaan yang diberikan.

Hingga 31 Juli 2019, terdapat lebih dari 10,5 juta nasabah UMKM yang mendapatkan pembiayaan BRI dan sebanyak 1,1 juta pelaku UMKM di antaranya sukses naik kelas. Jumlah tersebut didominasi oleh masyarakat yang mengajukan pembiayaan mikro dengan plafond pinjaman hingga Rp 25 juta sebanyak 65% dan selebihnya nasabah dengan plafond di atas Rp 25 juta.

5. Tak Kunjung Sehat, Izin Bank Ini Dicabut OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menutup Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kal ini OJK menutup BPR Calliste Bestari yang beralamat di Jalan Raya Denpasar - Tabanan No.7B, Banjar Gerokgak Kabupaten Badung, Bali.

Pencabutan izin usaha BPR Calliste Bestari ditetapkan dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-141/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Calliste Bestari pada tanggal 13 Agustus 2019.

6. Peringkat Emiten Hary Tanoe Dipangkas Moody's, Ini Kinerjanya

Akhir pekan lalu, perusahaan induk Grup MNC, PT MNC Investama (BHIT), peringkat utang keluarganya (Corporate Family Rating/CPR) diturunkan sebesar satu level oleh Moody's dari B3 menjadi Caa1.

Menurut Moody's, pendapatan dividen yang diperoleh dari entitas anak dalam 12 bulan terakhir dianggap kurang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran beban bunga perusahaan senilai US$ 10 juta atau Rp 14 miliar yang akan jatuh tempo pada Mei 2021 (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

7. Kinerja Tak Ciamik, Saham CIMB Niaga pun Anjlok!

Awal pekan nan pahit pastinya dirasakan oleh pelaku pasar yang mempunyai kepemilikan atas saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Bagaimana tidak, pada perdagangan kemarin (12/8/2019), harga saham Bank CIMB Niaga ambruk sebesar 1,83% ke level Rp 1.075/saham.

Padahal, harga saham perusahaan sedang mencoba bangkit dari keterpurukannya. Terhitung dalam periode 22 Juli 2019 (selepas harga saham BNGA menyentuh titik tertinggi dalam lebih dari empat bulan) hingga 6 Agustus 2019, harga saham perusahaan sudah ambruk sebesar 11,16%, dari Rp 1.165/unit menjadi Rp 1.035/unit.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading