Bos Besar HSBC John Flint Resign, Ada Apa?

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
05 August 2019 14:39
Bos Besar HSBC John Flint Resign, Ada Apa?
London, CNBC Indonesia - Chief Executive Officer (CEO) HSBC John Flint mengundurkan diri pada Senin (5/8/19). Pengunduran diri ini mengejutkan sebab yang bersangkutan baru menjabat kurang dari dua tahun.

Dalam sebuah pernyataan, HSBC mengatakan Flint mengundurkan diri atas kesepakatan bersama. Bank yang berbasis di London itu menambahkan hal itu juga dilakukan karena perubahan diperlukan untuk memenuhi lingkungan global yang semakin kompleks dan menantang bagi HSBC.

Flint juga mengonfirmasi pernyataan bank. Iamengatakan ini merupakan keputusan yang baik baginya dan juga bagi HSBC.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk perubahan, baik untuk saya dan bank," kata Flint.

Flint bergabung dengan HSBC pada tahun 1989 dan menghabiskan 14 tahun pertama karirnya dengan HSBC di Asia sekaligus memperluas bisnis pasar global bank. Dia kembali ke London pada 2004 dan naik pangkat, hingga akhirnya menjadi CEO pada Februari 2018.


Bos Besar HSBC John Flint Resign, Ada Apa?Foto: REUTERS/Darrin Zammit Lupi


Dalam sebuah pernyataan, lelaki berusia 51 tahun itu mengatakan, merupakan suatu kehormatan untuk menghabiskan seluruh karirnya bersama HSBC.

Mengutip CNN Business, saat ini HSBC sedang mempertimbangkan calon pengganti dari internal dan eksternal. Namun, untuk sementara posisi CEO akan diisi oleh Noel Quinn, chief executive of global commercial banking.

HSBC mengatakan Flint akan segera berhenti menjalankan tugasnya sehari-hari. Akan tetapi, dia akan tetap tersedia untuk membantu HSBC dalam proses transisi.

Pada saat mengumumkan pengunduran diri Flint, HSBC juga melaporkan pendapatan untuk kuartal kedua. HSBC membukukan laba US$ 4,4 miliar pada kuartal tersebut, naik dari US$ 4,1 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. HSBC juga mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham senilai US$ 1 miliar.

Tetapi, HSBC mengakui masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan masalah geopolitik yang dapat merugikan sejumlah besar pasar utama perusahaan.

"(Sifat dan dampak Brexit, misalnya), tetap sangat tidak pasti," tulis HSBC.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading