Ini Penyebab 2 Emiten Media Bakrie Merugi di Semester I

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
02 August 2019 12:58
Pasalnya, baik dari kinerja top line maupun bottom line tak satupun yang mencatatkan pertumbuhan positif, VIVA bahkan harus pasrah merugi.
Momok di balik amblasnya laba bersih VIVA dan MDIA adalah tingginya proporsi (rasio) beban usaha kedua perusahaan. Rasio beban usaha adalah proporsi beban usaha terhadap total pendapatan.

Sepanjang semester I-2019, rasio beban usaha VIVA naik hingga 99,06% menjadi Rp 1,11 triliun. Hal ini mengakibatkan imbal hasil (marjin) laba usaha yang tersisa hanya 0,94% (setara Rp 10,47 miliar).


Padahal di semester I-2018 perusahaan setidaknya masih membukukan marjin laba usaha sebesar 18,71% atau Rp 256,54 miliar. Sungguh kontras sekali.


Beban usaha tahun lalu melesat disokong dari kenaikan biaya amortisasi persediaan program materi, penyusutan, gaji dan upah karyawan, dan pemasaran. Jika ditotal, keempat jenis biaya tersebut menyumbang hingga 78,69% total beban usaha, naik 6,13% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, masih terdapat pos beban lainnya yang menekan laba VIVA, termasuk beban keuangan, denda pajak, dan beban lainnya.

Lebih lanjut, faktor yang sama juga menjadi momok amblasnya laba MDIA, dimana rasio beban usaha perusahaan meroket menjadi 96,26% ke level dari hanya 69,05%.

Total beban usaha yang dibukukan perusahaan semester pertama tahun ini adalah Rp 728,1 miliar. Dengan demikian, MDIA hanya mencatat marjin laba usaha sebesar 3,74%, dari 30,95%.

Pos pembiayaan yang menyokong tingginya rasio beban usaha adalah biaya amortisasi persediaan program materi, biaya beban program, dan biaya jasa profesional. Sedangkan pos beban utama lainnya yang menekan laba MDIA, termasuk beban administrasi bank & beban bunga, serta beban dan denda pajak.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/hps)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading