PAM Jaya: Butuh Rp 17 T Perbaiki Air Baku Jakarta

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 July 2019 14:57
PAM Jaya mencatat setidaknya dibutuhkan investasi Rp 17 triliun untuk menjadikan layanan air bersih melalui pipa di Jakarta mencapai 80 persen pada 2023.
Jakarta, CNBC Indonesia - PAM Jaya mencatat setidaknya dibutuhkan investasi Rp 17 triliun untuk menjadikan layanan air bersih melalui pipa di Jakarta mencapai 80 persen pada 2023.

"Mengapa kita baru 61 persen karena kurang air dan jaringan," kata Presiden Direktur PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, saat diskusi CNBC Conference dan ADB dengan Tema "Water Security and Sustainability" di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (23/72019).


Investasi tersebut, digunakan untuk berbagai macam aspek. Mulai dari pembangunan jaringan baru, hingga untuk pengkinian teknologi. Sebab, dengan jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,2 juta sudah tidak mungkin lagi menggunakan teknologi konvensional.


"Tapi kalau hanya mengandalkan Waduk jatiluhur masih bisa memanfaatkan teknologi konvensional. Namun kalauaA mengandalkan (sungai) di Jakarta harus memakai (teknologi baru)," ujarnya.

Sebelumnya dalam acara yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika ada 13 sungai di Jakarta. Inu menjadi salah satu tantangan bagaimana memperluas jaringan pipa di Jakarta.

"Jakarta targetnya jangkauan pipa air baku 82 persen pada 2023. Sampai tahun ini baru 57 persen," katanya.

Menurut Anies, ada beberapa hal yang permu menjadi perhatian dalam pengelolaan air secara terintegrasi. Saat ini ada 114 waduk di Jakarta, 14 diantaranya sedang dalam pengembangan.



Artikel Selanjutnya

OJK & Para CEO Bank Membedah Perbankan 2021 di Event Ini


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading