Nego Dagang AS-China Makin Runyam, Wall Street Melemah

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
18 July 2019 07:36
Nego Dagang AS-China Makin Runyam, Wall Street Melemah
New York, CNBC Indonesia - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/7/2019) waktu setempat. Penurunan disebabkan oleh memburuknya sentimen investor akibat perang dagang AS-China yang kembali memanas. Selain itu musim rilis data pendapatan (earning seasons) perusahaan-perusahaan AS juga menjadi perhatian investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 115,7 poin atau 0,42%. Kemudian indeks S&P 500 turun 0,65% menjadi 2.984,42. Sementara indeks Nasdaq Composite ditutup 0,46% lebih rendah menjadi 8.185,21.




Saham ditutup pada posisi terendah hari itu tepat setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa kemajuan dalam kesepakatan perdagangan dengan China terhenti karena masalah pembatasan pada Huawei. Demikian disampaikan WSJ, mengutip beberapa sumber.

Trump sebelumnya pada Selasa, mengatakan kedua negara "masih memiliki jalan yang panjang" dalam negosiasi perdagangan. Trump juga menambahkan bahwa AS dapat menerapkan tarif tambahan pada barang-barang China senilai US$ 325 miliar.

Komentar Trump muncul setelah China dan AS sepakat untuk tidak meningkatkan ketegangan perdagangan dalam upaya untuk memulai kembali negosiasi. Komentar Trump itu datang di tengah ramainya rilis pendapatan perusahaan AS.



Data FactSet menunjukkan sudah lebih dari 7% perusahaan S&P 500 yang melaporkan pendapatan kuartal kedua sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan itu, sekitar 85% telah membukukan laba yang lebih tinggi dari ekspektasi analis. Pertumbuhan pendapatan yang dilaporkan dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah sekitar 3,1%.

Namun, ada juga yang laporan dengan prospek laba perusahaan yang suram. Analis memperkirakan laba S&P 500 turun 3% di kuartal kedua, menurut data FactSet, yang dikutip CNBC International.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading