Ekspor RI Lesu Neraca Dagang Malah Surplus, Kok Bisa?

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
15 July 2019 12:25
Ekspor RI Lesu Neraca Dagang Malah Surplus, Kok Bisa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2019 tercatat surplus sebesar US$ 200 juta. Hal itu terjadi bahkan pada saat nilai ekspor bulan Juni hanya sebesar US$ 11,77 miliar atau turun 8,98% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penyebab utama penurunan nilai ekspor diantaranya adalah harga sejumlah komoditas utama yang mengalami pelemahan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, menyebutkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya adalah batu bara, minyak kelapa sawit, minyak kernel, seng, dan tembaga.


Khusus untuk batu bara, Suhariyanto memberi perhatian lebih. Pasalnya sepanjang Januari-Juni 2019, harga batu bara tercatat mengalami penurunan hingga 30 %.

Mengingat sekitar 15% dari total ekspor Indonesia adalah batu bara, tentu penurunan harga bukan berita baik.

Selain batu bara, harga komoditas minyak kelapa sawit yang merupakan komoditas ekspor nonmigas terbesar kedua juga mengalami penurunan.

Selain faktor harga, Suhariyanto juga menyebutkan bahwa cuti panjang selama 9 hari yang berlangsung pada bulan Juni menyebabkan aliran ekspor berkurang. Pada masa libur hari raya Idul Fitri memang hal tersebut biasa terjadi.

Sementara ekspor turun, total nilai impor pada bulan Juni 2019 malah tercatat naik sebesar 2,8% menjadi US$ 11,58 miliar.

Kenaikan impor paling besar terjadi pada komoditas barang modal yaitu 3,32% YoY menjadi US$ 1,73 miliar.  Adapun impor barang konsumsi dan bahan baku juga naik masing-masing sebesar 2,36% YoY (US$ 1,03 miliar) dan 2,75% YoY (US$ 8,82 miliar).

Peningkatan impor barang modal menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Sebab impor barang modal menandakan aktivitas industri dalam negeri yang masih dalam fase ekspansif.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading