Ini 13 Bank yang Sokong Tower Bersama Rp 5,3 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 July 2019 17:19
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memperoleh pinjaman dari konsorsium 13 perbankan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memperoleh pinjaman dari konsorsium 13 perbankan lokal dan asing senilai US$ 375 juta atau setara dengan Rp 5,30 triliun, dengan asumsi kurs Rp 14.141/US$.

Dana ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha dan pembiayaan pelunasan pinjaman yang jatuh tempo dan dipercepat milik anak usaha perseroan.

Direktur Tower Bersama Helmy Yusman Santoso mengatakan pinjaman ini diberikan oleh konsorsium perbankan kepada anak usaha perusahaan yang seluruhnya memiliki kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi infrastruktur.



"Pada 28 Juni 2019 Tower Bersama telah menandatangani Unsecured Revolving Credit Facility sebesar US$ 375 juta," kata Helmy dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/7/2019).

Adapun tingkat bunga pinjaman ini sebesar London Interbank Offered Rate (Libor) + 1,75% per tahun untuk kreditor asing dan Libor + 1,85% per tahun untuk kreditor dalam negeri.

Pinjaman ini memiliki tenor 6 tahun dan akan berakhir pada 2025 mendatang.

Adapun anak usaha yang memperoleh pinjaman ini antara lain PT Triaka Bersama, PT Metric Solusi Integrasi, PT Telenet Internusa, PT United Towerindo, PT Tower Bersama, dan PT Tower One.

Lainnya yakni PT Batavia Towerindo, PT Prima Media Selaras, PT Bali Telekom, PT Solu Sindo Kreasi Pratama, Mitrayasa Sarana Informasi, PT Solusi Menara Indonesia dan PT Menara Bersama Terpadu.

Beberapa bank yang ikut serta dalam pembiayaan ini antara lain ANZ Banking Group Ltd., CIMB Bank Berhad cabang Singapura, Credit Agricole Corporate and Investment Bank, dan DBS Bank Ltd.

Bank lainnya yakni Mizuho Bank Ltd., OCBC Ltd., PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), HSBC Ltd. cabang Singapura dan UOB Ltd. Bertindak sebagai security agent adalah UOB Ltd.

Helmy menjelaskan bahwa nilai pinjaman tersebut setara dengan 136,7% dari jumlah ekuitas perusahaan di periode akhir Maret 2019. Tercatat nilai ekuitas perusahaan di periode tersebut sebesar Rp 3,87 triliun.

"Dampak dari penerimaan fasilitas pinjaman ini adalah untuk memperpanjang rata-rata tenor struktur utang perusahaan," tutup Helmy.

Simak cara Tower Bersama mencari pendanaan selain pinjaman.
[Gambas:Video CNBC]


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading