Aneh! Penjualan Anjlok, Laba ENRG Melesat 610%?

Market - Houtmand P Saragih & Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
02 July 2019 12:20
Pada Kuartal I-2019, laba bersih ENRG berhasil melesat lebih dari 7 kali lipat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan di bawah naungan Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akhirnya merilis laporan keuangan kuartal I-2019. Pada tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih perusahaan berhasil melesat lebih dari 7 kali lipat.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, laba bersih ENRG meroket 610,66% year-on-year (YoY) menjadi US$ 7,54 juta atau setara Rp 107,09 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$). Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan hanya mampu mengantongi laba US$ 1,06 juta atau Rp 15,07 miliar.
Sayangnya, pertumbuhan fantastis pada kinerja bottom line tersebut bukan dikarenakan peningkatan pemasukan. Pasalnya, pada kuartal I-2019, total pendapatan ENRG terkontraksi 21,22% secara tahunan menjadi US$ 52,56 juta dari sebelumnya US$ 66,72 juta di kuartal I-2018.

Jika ditilik lebih detil, pendapatan perusahaan hingga akhir Maret 2019 turun karena penjualan gas bumi anjlok 35,73% YoY, dari US$ 64,04 juta menjadi US$ 41,16 juta.


Padahal melansir keterbukaan informasi, ENRG telah meningkatkan produksi gas dari Blok Kangean PSC di Jawa Timur dan dari Blok Bentu KKS di Riau. Sangat disayangkan, peningkatan produksi tidak dibarengi dengan peningkatan penjualan.

Lebih lanjut, laba perusahaan mampu melesat signifikan dikarenakan jumlah beban keuangan yang mencatatkan penurunan sebesar 50,59% secara tahunan menjadi US$ 6,36 juta.

Total beban keuangan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini turun drastis karena biaya bunga pinjaman yang sebelumnya tercatat US$ 11,77 juta di kuartal I-2018, menjadi hanya US$ 3,82 juta di kuartal I-2019.

"Perseroan telah menjalankan operasional perseroan dengan lebih efisien dan terus melunasi fasilitas pinjaman yang ada sehingga keuangan beban berkurang dan profit meningkat," ujar Direktur Utama ENRG Imam P. Agustino dalam keterbukaan informasi pada 1 Juli 2019.

Energi Mega Bayar Utang dari Pinjaman
[Gambas:Video CNBC]

Selain beban keuangan, pos lainnya yang turut mengerek peningkatan laba bersih adalah biaya penyusutan, deplesi, dan amortisasi yang membukukan koreksi 61,17% secara tahunan menjadi US$ 8,47 juta.

Di lain pihak, hingga Maret 2019, total aset ENRG tercatat sebesar US$ 758,74 juta, yang terdiri dari aset lancar senilai US$ 151,81 juta dan aset tidak lancar senilai US$ 606,93 juta.

Sementara itu, perusahaan membukukan total kewajiban sebesar US$ 667,35 juta dan total ekuitas mencapai US$ 91,39 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading