The Fed Masih Kalem, Bursa Saham Asia ke Zona Hijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
20 June 2019 09:15
The Fed Masih Kalem, Bursa Saham Asia ke Zona Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis ini (20/6/2019). Indeks Nikkei naik 0,39%, indeks Straits Times naik 0,15%, dan indeks Hang Seng naik 0,38%.

Sikap dovish atau sabar alias kalem yang ditunjukkan oleh The Federal Reserve selaku bank sentral AS sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Pada perdagangan pukul 09.13 WIB, Indeks Nikkei naik 0,59%, Hang Seng menguat 0,78%, Shanghai naik 0,69%, dan Straits Times juga naik 0,84%.


Pada Rabu (19/6/2019) waktu setempat atau Kamis (20/6/2019) dini hari waktu Indonesia, The Fed mengumumkan bahwa tingkat suku bunga acuan dipertahankan di level 2,25%-2,5%.

Namun, The Fed memberi sinyal yang kuat bahwa akan ada pemangkasan dalam waktu dekat.


Dalam konferensi pers usai rapat, Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa prospek perekonomian AS pada dasarnya masih bagus, akan tetapi ada risiko yang semakin meningkat seperti friksi dagang AS dengan sejumlah negara yang membuat investasi melambat. Selain itu, ada pula risiko perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang dan investasi AS.

"Pertanyaannya adalah, apakah risiko-risiko ini akan membebani prospek perekonomian? Kami akan bertindak jika dibutuhkan, termasuk kalau memungkinkan, menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga ekspansi (ekonomi)," tuturnya, mengutip Reuters.

Potensi pemangkasan tingkat suku bunga acuan menjadi hal yang sangat positif lantaran diharapkan bisa menghindarkan perekonomian Negeri Paman Sam dari perlambatan yang signifikan.


Bank Dunia memproyeksikan perekonomian AS tumbuh sebesar 2,5% pada tahun 2019, sebelum kemudian turun drastis menjadi 1,7% pada tahun 2020. Sebagai informasi, perekonomian AS tumbuh hingga 2,9% pada tahun 2018, menandai laju pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015 silam.

Lebih lanjut, sentimen positif bagi bursa saham Asia datang dari optimisme bahwa AS-China akan mampu meneken kesepakatan dagang. Optimisme tersebut sejatinya sudah terasa sejak kemarin setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G20 pada akhir bulan ini di Jepang akan terealisasi.

"Sudah melakukan pembicaraan yang sangat baik melalui telepon dengan Presiden Xi dari China. Kami akan bertemu pekan depan di KTT G20. Tim kami akan memulai pembicaraan sebelum pertemuan tersebut," cuit Trump di Twitter.

Perkembangan terbaru, Trump menyuarakan keyakinan bahwa pihaknya akan mampu meneken kesepakatan dagang dengan China.

"Saya rasa pertemuan nanti (dengan Presiden Xi) akan berjalan dengan sangat baik. Tim kami akan memulai pembicaraan. China ingin sebuah kesepakatan, demikian pula AS. Namun kesepakatan itu harus menguntungkan bagi semuanya," tutur Trump, mengutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading