Menkeu: Tahun Depan, RI Butuh Investasi Rp 5.823 T

Market - Syahrizal Sidik , CNBC Indonesia
14 June 2019 - 09:20
Menkeu: Tahun Depan, RI Butuh Investasi Rp 5.823 T Foto: Sri mulyani Open House (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi pada 2020 di kisaran 5,3% hingga 5,6% dalam asumsi makronya. Untuk menggenjot target tersebut, pemerintah menyebut investasi akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di 2020 selain juga menggenjot konsumsi dan ekspor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam rapat kerja pemerintah dengan Komisi XI DPR, mengatakan upaya meningkatkan investasi terus dilakukan melalui reformasi struktural, pengembangan infrastruktur secara masif, meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan reformasi kebijakan untuk kemudahan berusaha.


Ia menjelaskan, pada tahun depan, pemerintah memperkirakan, investasi akan tumbuh pada kisaran 7-7,4% untuk bisa mendukung pertumbuhan ekonomi antara 5,3% hingga 5,6%. Dari komposisi, investasi itu berasal baik dari pemerintah, BUMN, perusahaan non-BUMN dan perusahaan swasta.

"Kebutuhan investasi untuk bisa tumbuh antara 5,3% hingga 5,6% adalah antara Rp 5.800 triliun hingga Rp 5.823 triliun," ungkap Menkeu di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (14/6/2019).

Dari jumlah tersebut, sektor swasta diperkirakan akan memberikan andil sebesar Rp 4.221 hingga Rp 4.205 triliun.


Untuk peranan pemerintah pusat, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap bisa berkontribusi pada kisaran Rp 246 triliun hingg Rp 261 triliun dan pemerintah daerah ada di kisaran Rp 293 triliun hingga Rp 310 triliun.

Selain itu, BUMN juga diperkirakan masih akan melakukan ekspansi investasi meskipun tidak setinggi pada tahun 2018 yang berkisar antara Rp 470 triliun hingga Rp 473 triliun, sedangkan foreign direct investment (FDI) dalam bentuk penanaman modal asing masih akan konstan di angka Rp 426 triliun - Rp 428 triliun.

"Ini yang menggambarkan bahwa untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3% hingga 5,6% peranan investasi swasta menjadi sangat penting sehingga kebijakan yang berhubungan dengan kebijakan investasi menjadi sangat kunci," tandas Sri Mulyani.


Simak asumsi makro 2020.
[Gambas:Video CNBC]



(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading