Cermati Sentimen Berikut sebelum Trading Forex Hari ini

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 June 2019 - 08:35
Cermati Sentimen Berikut sebelum Trading Forex Hari ini Foto: Mata uang (REUTERS/Cathal McNaughton)
Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve/The Fed semakin menguat, dolar masih saja perkasa dalam dua hari terakhir. Hal tersebut tidak lepas dari performa buruk lawan-lawannya, khususnya euro dan poundsterling.

Pada perdagangan Jumat (14/6/19) pagi, dolar terlihat masih cukup kuat, bahkan kemungkinan berlanjut hingga akhir perdagangan nanti. Setidaknya ada dua faktor yang dapat menguntungkan, atau malah bisa jadi bumerang dan berbalik menekan dolar.



Yang pertama gejolak yang terjadi di Timur Tengah, dipicu terbakarnya dua kapal tanker di kawasan tersebut. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Iran ada di belakang serangan kapal tanker tersebut.


Serangan itu adalah yang kedua yang melibatkan kapal pengangkut minyak dalam waktu sebulan terakhir.

Saat situasi suatu wilayah sedang memanas, maka aset-aset aman atau safe haven akan menjadi incaran para investor. Dolar merupakan salah satu aset safe haven sehingga mampu menguat pada perdagangan Kamis kemarin, dan begitu juga hari ini.

Namun dolar juga tertekan oleh yen, mata uang Jepang ini dianggap lebih safe haven dibandingkan mata uang Paman Sam.



Faktor kedua yang dapat menguatkan dolar adalah data penjualan ritel AS malam ini pukul 19:30 WIB, tetapi ada syaratnya, data tersebut harus tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi.





Rilis data-data ekonomi AS yang kurang bagus sejak pekan lalu, khususnya data tenaga kerja dan inflasi, memberikan tekanan bagi dolar. Untungnya performa mata uang utama lainnya juga tidak bagus, yang mampu membawa dolar ke zona hijau meski tidak cukup besar.

Penjualan ritel AS di bulan April menurun sebesar 0,2%, sementara penjualan ritel inti (yang tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan) hanya naik 0,1%. Ekspektasi atau prediksi di Forex Factory, pada bulan Mei penjualan ritel akan naik 0,7% dan penjualan ritel inti tumbuh 0,5%. Ekspektasi yang cukup tinggi, dan berpeluang besar akan menguatkan dolar seandainya realisasi bisa lebih tinggi lagi.



Setelah serangkaian data mengecewakan dari AS, yang seharusnya membuat dolar AS melemah tetapi nyatanya tidak, rilis data yang bagus pada hari ini akan menjadi momentum penguatan the greenback.

Namun perlu diperhatian juga, ekspektasi yang tinggi dapat menimbulkan kekecewaan yang besar jika rilis data penjualan ritel ini lebih rendah. Indikator-indikator ekonomi yang memburuk dari AS akan semakin bertambah, spekulasi pemangkasan suku bunga akan semakin menguat, dolar akan jeblok di hadapan mata uang utama lainnya.

Bisa dibilang data penjualan ritel AS hari ini akan menjadi penentu arah dolar hingga akhir perdagangan.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading